Radarbangkalan.id-Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) memang membawa banyak manfaat. Namun di sisi lain, AI kini juga dimanfaatkan untuk modus kejahatan digital, terutama penipuan yang makin sulit dikenali.
Salah satu teknik penipuan yang tengah marak adalah kloning suara dan video deepfake. Dengan teknologi ini, pelaku bisa meniru suara atau wajah orang terdekat Anda—baik itu keluarga, teman, bahkan atasan kerja—untuk memancing Anda mengirim uang atau informasi pribadi.
Kasus paling umum adalah saat seseorang tiba-tiba menelepon dengan suara panik dan mengaku sebagai anggota keluarga, lalu meminta transfer uang segera. Padahal suara itu hanyalah hasil rekayasa dari cuplikan yang diambil dari media sosial.
Menurut laporan Federal Trade Commission (FTC), ada beberapa ciri khas penipuan berbasis AI yang harus Anda kenali:
- Telepon atau pesan datang secara mendadak dan mendesak Anda segera bertindak.
- Meminta uang lewat jalur yang sulit dilacak, seperti kripto atau kartu hadiah.
- Menyuruh Anda merahasiakan permintaan dari orang lain.
Sementara itu, deepfake video juga digunakan untuk meniru wajah tokoh publik atau institusi resmi. Ciri-cirinya antara lain gerakan wajah tidak alami, ekspresi aneh, dan kata-kata yang terasa janggal.
Dikutip dari laman resmi NYC.gov dan University of Salford Manchester, berikut beberapa langkah sederhana agar Anda tidak menjadi korban:
- Jangan Sembarangan Unggah Informasi di Media Sosial
Hati-hati membagikan data pribadi seperti foto, suara, atau video. Informasi ini bisa digunakan pelaku untuk membuat versi palsu Anda.
- Hindari mengunggah detail keluarga, alamat rumah, atau kebiasaan harian.
- Atur akun media sosial menjadi privat dan hanya bisa diakses teman terpercaya.
- Gunakan Kode Rahasia Keluarga
Buat kode rahasia sederhana yang hanya diketahui anggota keluarga. Jika ada telepon mencurigakan, minta penelepon menyebutkan kode itu. Jika tidak bisa, bisa dipastikan itu penipuan.
- Jangan Panik Saat Menerima Pesan Mendesak
Penipu sering menciptakan situasi darurat agar Anda bertindak tanpa berpikir. Saat menerima pesan mendesak, tarik napas dalam-dalam, jangan terburu-buru. Verifikasi dulu kebenarannya ke anggota keluarga lain atau pihak resmi.
- Selalu Verifikasi Nomor yang Menghubungi
Meskipun nomor di layar terlihat seperti milik keluarga atau teman, jangan langsung percaya. Gunakan nomor resmi yang Anda simpan untuk menghubungi kembali dan memastikan kebenaran panggilan.
Editor : Mohammad Sugianto