News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Xiaomi Siapkan Smartphone Dua Layar, Rilis September 2025! Ini Bocoran Fitur dan Spesifikasinya

Mohammad Sugianto • Selasa, 15 Juli 2025 | 16:34 WIB
Ilustrasi tampilan layar kamera sekunder pada smartphone terbaru Xiaomi.
Ilustrasi tampilan layar kamera sekunder pada smartphone terbaru Xiaomi.

Radarbangkalan.id-Xiaomi kembali bikin kejutan. Setelah sempat “menghilang” dari tren layar sekunder, pabrikan teknologi asal Tiongkok itu siap membangkitkan kembali fitur unik ini dalam produk flagship terbarunya. Bukan sekadar gimmick, layar kedua di bagian belakang ini disiapkan jadi fitur unggulan. Namanya? Xiaomi Q200, atau nama internalnya: “Pandora.”

Perangkat ini dijadwalkan meluncur pada September 2025 di Tiongkok, berbarengan dengan Xiaomi 16 dan Xiaomi 16 Pro. Dari bocoran yang beredar, Q200 akan tampil beda. Layar sekundernya kini lebih besar, tak lagi mungil seperti milik Mi 11 Ultra yang hanya 1,1 inci. Bentuknya horizontal dan diposisikan di samping modul kamera belakang, membuatnya terlihat futuristik dan elegan.

Lewat sistem operasi terbaru Xiaomi, HyperOS 3, layar sekunder ini dirancang tidak sekadar pajangan. Fitur ini mampu memberikan manfaat nyata: mendukung fotografi kreatif, kontrol multimedia, notifikasi cepat, hingga multitasking ringan. Bahkan, fitur ini disinyalir akan terus dikembangkan agar makin pintar dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna.

“Xiaomi sepertinya tak hanya ingin tampil beda, tapi juga menghadirkan sesuatu yang benar-benar usable,” kata sumber dalam industri teknologi yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya Q200. Xiaomi juga disebut sedang menyiapkan Xiaomi 16 Pro Max, yang juga akan mengusung konsep layar sekunder besar. Versi ini akan menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite 2, dan desain belakang dengan tampilan DECO – gaya tata letak kamera dan layar horizontal yang menyatu dengan mulus.

Desain ini digadang-gadang bakal jadi trendsetter baru di dunia smartphone premium. Xiaomi tampak serius menjadikan layar belakang bukan hanya aksesori, tapi bagian dari pengalaman utama.

Langkah Xiaomi ini bisa dibaca sebagai upaya keluar dari jebakan pasar smartphone yang makin “gitu-gitu aja”. Dengan tampilan ganda dan teknologi yang lebih matang, Xiaomi tampaknya ingin membuka ruang baru dalam pengalaman penggunaan smartphone.

Bukan hal mudah memang, tapi Xiaomi punya rekam jejak: dari desain kamera unik, layar melengkung, hingga bodi transparan, mereka beberapa kali berhasil mengguncang pasar.

Kini, dengan proyek “Pandora” ini, Xiaomi berharap bisa menghidupkan kembali antusiasme pengguna akan fitur-fitur out-of-the-box, tapi tetap fungsional.

Belum ada konfirmasi resmi kapan Xiaomi Q200 atau 16 Pro Max akan masuk ke pasar global, termasuk Indonesia. Namun, bila merujuk pada perilisan Mi 11 Ultra beberapa tahun lalu, biasanya butuh waktu 1–2 bulan dari peluncuran di China hingga rilis global.

Satu hal yang pasti: para penggemar Xiaomi dan teknologi inovatif patut bersiap. September nanti, Xiaomi siap kembali “menyalakan dua layar” dan mungkin, menyalakan kembali kejutan-kejutan di industri smartphone.

 

Editor : Mohammad Sugianto
#xiaomi #teknologi #smartphoe #smartphone xiaomi terbaru