News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Apple Siapkan Mesin Pencari Berbasis AI, Penantang Serius Dominasi Google

Mohammad Sugianto • Kamis, 7 Agustus 2025 | 02:36 WIB
Apple Intelligence yang sudah dikenalkan Apple di perangkat iPhone-nya
Apple Intelligence yang sudah dikenalkan Apple di perangkat iPhone-nya

Radarbangkalan.id – Di tengah laju pesat pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah lanskap teknologi global, Apple dikabarkan tengah mengembangkan mesin pencari berbasis AI generatif. Proyek ini, menurut laporan Bloomberg, merupakan langkah strategis Apple untuk mengambil alih kontrol penuh atas pengalaman pencarian pengguna di dalam ekosistem perangkatnya—tanpa ketergantungan pada Google atau platform chatbot AI seperti ChatGPT maupun Gemini.

Proyek ambisius tersebut digawangi oleh tim internal Apple yang dikenal dengan nama AKI, singkatan dari Answers, Knowledge, and Information. Tidak seperti mesin pencari konvensional, sistem ini dirancang sebagai answer engine, yakni mesin jawaban yang menyampaikan informasi langsung dalam bentuk percakapan interaktif.

Jika kelak dirilis, teknologi ini akan menjadi komponen penting dalam pembaruan sistem pencarian Apple, dari Siri, Spotlight, hingga fitur pencarian sistem operasi iOS dan macOS. Tidak seperti Siri saat ini yang masih bergantung pada tautan web eksternal, sistem baru ini diklaim mampu menjelajah internet dan menampilkan jawaban secara real-time—mirip dengan pendekatan yang digunakan oleh layanan seperti Perplexity AI.

Apple juga disebut sedang menyiapkan versi aplikasi mandiri, sekaligus menyisipkan teknologi ini langsung ke dalam lapisan sistem operasi mereka. Langkah ini menandai pendekatan baru perusahaan dalam menghadirkan layanan pencarian yang sepenuhnya terintegrasi dan independen.

Kabar pengembangan ini muncul pada momentum krusial. Kesepakatan bisnis antara Apple dan Google—yang menjadikan Google sebagai mesin pencari bawaan iPhone dengan nilai kontrak miliaran dolar—kini berada dalam sorotan regulator antimonopoli Amerika Serikat. Jika kesepakatan tersebut dibatalkan, Apple perlu segera memiliki alternatif kuat untuk mengisi kekosongan itu.

Selain tekanan eksternal, dinamika pasar AI yang semakin kompetitif juga mendorong Apple untuk bergerak cepat. Beberapa perusahaan baru seperti Perplexity AI mulai mendapat tempat di pasar dengan pendekatan mesin pencari berbasis jawaban, yang dinilai lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan pengguna masa kini.

Meski selama ini dikenal konservatif dalam mengadopsi teknologi AI untuk konsumsi publik, Apple tampaknya mulai mengejar ketertinggalan. Perusahaan dikabarkan tengah menjajaki berbagai peluang akuisisi dan kemitraan strategis untuk memperkuat pijakan di sektor ini.

Namun, tantangan internal juga tak bisa diabaikan. Sejumlah insinyur senior dari divisi AI Apple dilaporkan telah hengkang ke perusahaan pesaing, termasuk Meta, dalam beberapa bulan terakhir.

Meskipun belum diumumkan secara resmi, arah pengembangan mesin pencari ini sejalan dengan prinsip fundamental Apple: mengutamakan privasi pengguna, integrasi teknologi yang menyeluruh, dan keberlangsungan dalam ekosistem tertutup yang terkontrol.

Mesin pencari berbasis AI ini bukan semata inovasi teknologi, melainkan juga strategi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Apple di tengah lanskap digital yang kini didominasi oleh ChatGPT, Gemini, dan pemain besar AI lainnya.

Di era baru pencarian informasi yang kian dipengaruhi AI, Apple tampaknya tidak ingin sekadar menjadi pengamat. Pertanyaannya bukan lagi apakah Apple akan masuk ke sektor ini, melainkan kapan teknologi tersebut akan dirilis—dan sebesar apa dampaknya terhadap industri pencarian global.

 

Editor : Mohammad Sugianto
#apple #ai #iphone #gogle maps #Perplexity AI