Radarbangkalan.id– Transformasi digital di Indonesia terus melaju pesat, dan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini menjadi pendorong utama inovasi. Vice President dan General Manager Amazon Web Service (AWS) Database Services, Ganapathy Krishnamoorthy, menekankan pentingnya strategi pengelolaan data yang efisien untuk mendukung perkembangan ini.
Menurut Ganapathy, kebutuhan pelanggan kini tak hanya mencakup keamanan dan ketersediaan infrastruktur data, tetapi juga efisiensi waktu dan biaya.
“Pelanggan menginginkan standar keamanan yang tinggi dan infrastruktur yang selalu tersedia. Tantangan terbesarnya adalah keterbatasan waktu, sehingga mereka ingin pengelolaan basis data menjadi lebih sederhana,” jelasnya dalam diskusi media di Jakarta, Kamis (7/8).
Untuk menjawab tantangan tersebut, AWS menghadirkan solusi database yang:
- Mudah dikelola
- Efisien secara biaya
- Mendukung integrasi data untuk analitik dan AI
Ganapathy menjelaskan bahwa pelanggan kini ingin data operasional mereka mudah diakses untuk keperluan analitik, AI, hingga menciptakan pengalaman berbasis agen (agentic experiences).
Melihat perkembangan teknologi, Ganapathy memprediksi bahwa dalam dua hingga tiga tahun ke depan, generative AI dan agentic AI akan menjadi tren dominan di lanskap digital Indonesia.
AWS pun telah meluncurkan platform Bedrock dan Agent Core untuk memudahkan pengembang di Indonesia mengakses berbagai model AI global, mulai dari Anthropic, OpenAI, hingga model asal Tiongkok seperti DeepSeek.
“Kami ingin teknologi ini bisa langsung diubah menjadi nilai nyata bagi bisnis dan masyarakat,” tambahnya.
Berdasarkan laporan AWS dan Strand Partners berjudul Unlocking Indonesia’s AI Potential, adopsi AI di Indonesia tumbuh 47 persen sepanjang 2024. Namun, sebagian besar masih berada di tahap dasar:
- 76% perusahaan memakai AI untuk efisiensi operasional dan otomatisasi
- Hanya 10% yang mengintegrasikan AI ke dalam pengambilan keputusan strategis dan pengembangan model bisnis baru
Dengan potensi besar dan perkembangan cepat di bidang AI, Ganapathy optimistis Indonesia akan segera melihat lonjakan bisnis yang memanfaatkan AI generatif untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Editor : Mohammad Sugianto