News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Gangguan Cloudflare Sebabkan Berbagai Layanan Digital Tersendat, Apa Penyebabnya?

Ubaidillah • Rabu, 19 November 2025 | 11:30 WIB
Ilustrasi layanan open source. (ANTARA/Pixabay.com/geralt)
Ilustrasi layanan open source. (ANTARA/Pixabay.com/geralt)

Radarbangkalan.id - Cloudflare, perusahaan teknologi Amerika Serikat yang menjadi salah satu infrastruktur terpenting internet global, mengalami masalah teknis tak teridentifikasi pada Selasa (18/11).

Gangguan ini memicu lonjakan besar status galat "500 Internal Server Error" di berbagai layanan digital, mulai dari media sosial hingga sejumlah aplikasi berbasis AI.

Baca Juga: X dan ChatGPT Down Bersamaan, Cloudflare Akhirnya Angkat Bicara

Sebagai perusahaan yang melindungi jutaan situs web dari serangan berbahaya seperti Distributed Denial of Service (DDoS), Cloudflare melaporkan adanya lonjakan lalu lintas tidak biasa pada salah satu layanannya sejak pukul 11.20 pagi waktu Inggris.

Menurut keterangan juru bicara perusahaan, lonjakan tersebut membuat sebagian lalu lintas yang melewati jaringan Cloudflare mengalami error. Informasi ini dikutip dari laporan The Guardian, Selasa (18/11).

“Kami belum mengetahui penyebab lonjakan lalu lintas yang tidak biasa ini. Kami semua siap sedia untuk memastikan semua lalu lintas terlayani tanpa kesalahan.

Baca Juga: Dugaan Ijazah Palsu Arsul Sani Menguak, 5 Anggota DPR Diseret ke MKD

Setelah itu, kami akan fokus menyelidiki penyebab lonjakan lalu lintas yang tidak biasa ini,” jelas juru bicara Cloudflare.

Di tengah proses pemulihan, layanan enkripsi Warp di wilayah London sempat dinonaktifkan, menyebabkan sebagian pengguna mengalami gangguan koneksi internet.

Teknisi Cloudflare juga dijadwalkan melakukan pemeliharaan di pusat data Tahiti, Los Angeles, Atlanta, dan Santiago (Chili). Namun belum ada kepastian apakah aktivitas pemeliharaan itu terkait langsung dengan gangguan yang terjadi.

Baca Juga: X dan ChatGPT Down Bersamaan, Cloudflare Akhirnya Angkat Bicara

Ahli keamanan siber Prof. Alan Woodward dari Surrey Centre for Cyber Security menyebut Cloudflare sebagai “perusahaan terbesar yang belum pernah Anda dengar” sekaligus “penjaga gerbang” internet.

Ia menjelaskan bahwa Cloudflare berperan memantau dan mengelola lalu lintas web untuk mencegah serangan DDoS, di mana pelaku jahat membanjiri situs dengan permintaan berlebihan hingga membuatnya lumpuh.

Gangguan ini muncul kurang dari sebulan setelah pemadaman besar di Amazon Web Services, yang juga berdampak global.

Woodward menegaskan bahwa ketergantungan dunia pada sedikit perusahaan infrastruktur internet membuat setiap gangguan terlihat sangat besar dampaknya.

Baca Juga: Marissa Anita Resmi Gugat Cerai Andrew Trigg, Sidang Perdana 19 November 2025

Namun, ia menilai kecil kemungkinan insiden ini disebabkan serangan siber, mengingat sistem Cloudflare dirancang untuk menghindari risiko Single Point of Failure (SPOF).

Editor : Ubaidillah
#ChatGPT #Cloudflare down #teknologi #internet #Cloudflare #openai