News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tak Ada Exynos! Galaxy S26 Ultra Dipastikan Gunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Global

Ubaidillah • Sabtu, 13 Desember 2025 | 13:09 WIB
Render konsep Samsung Galaxy S26 Ultra yang beredar di internet. (Credit: OnLeaks & AndroidHeadlines)
Render konsep Samsung Galaxy S26 Ultra yang beredar di internet. (Credit: OnLeaks & AndroidHeadlines)

Radarbangkalan.id - Samsung akhirnya memberikan kepastian mengenai chipset yang akan digunakan dalam Galaxy S26 Ultra.

Berdasarkan dokumen resmi dari Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat, model Ultra dalam seri flagship tahun 2026 itu dipastikan menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 secara eksklusif di seluruh pasar global.

Tidak ada varian dengan chipset Exynos, sehingga rumor panjang mengenai kemungkinan dual-chipset resmi terjawab.

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Dibekali Fast Charging 60W? Ini Bocoran Terbarunya

Dalam database FCC, dua model Galaxy S26 Ultra—berkode SM-S948B dan SM-S948U—telah muncul dengan detail jelas.

Dokumen tersebut menampilkan kode internal chipset SM8850, yang merupakan identitas teknis dari Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Pola penomoran model ini mengikuti strategi Samsung sebelumnya: model “B” untuk pasar global atau perangkat unlocked, sementara “U” untuk operator Amerika Serikat.

Kesamaan chipset pada kedua model ini memperkuat bahwa Samsung memilih untuk mengandalkan satu platform chipset untuk perangkat Ultra generasi terbaru.

Keputusan ini selaras dengan tren beberapa tahun terakhir, di mana lini Galaxy S Ultra cenderung tidak menggunakan Exynos.

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Dibekali Fast Charging 60W? Ini Bocoran Terbarunya

Sementara itu, model standar seperti Galaxy S26 dan S26+ diprediksi tetap memakai kombinasi dua chipset.

Berdasarkan berbagai bocoran, kedua model tersebut akan menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 secara global, kecuali di Korea Selatan yang masih mengandalkan Exynos 2600.

Untuk varian Ultra, Samsung tampaknya tidak ingin mengambil risiko.

Baca Juga: Davina Karamoy Akui Bucin dan Pernah Diselingkuhi, Ini Cerita Lengkapnya

Dengan penggunaan Snapdragon 8 Elite Gen 5 di seluruh dunia, Samsung mengirim sinyal kuat kepada calon pembeli bahwa mereka akan mendapatkan performa dan efisiensi daya yang konsisten, tanpa perbedaan performa antar wilayah.

Baca Juga: Detik-Detik Munculnya Gelombang Tsunami di Jepang Pasca Gempa M 6,7

Hal ini penting untuk menjaga reputasi model Ultra sebagai perangkat paling premium, yang biasa digunakan kreator konten, profesional, hingga gamer.

Konsistensi Performa Jadi Kunci

Pemilihan chipset tunggal juga memberikan keuntungan besar dalam proses pengembangan software.

Developer aplikasi dan game dapat mengoptimalkan performa untuk satu konfigurasi hardware, memperkuat stabilitas dan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Ini menjadi langkah strategis Samsung dalam persaingan ketat kelas flagship.

Baca Juga: Purbaya Ungkap UU Ciptaker Buat Negara Rugi Rp25 Triliun

Informasi FCC ini semakin memperjelas gambaran Galaxy S26 Ultra yang sebelumnya sudah ramai bocoran. Selain chipset, model Ultra disebut mendapat peningkatan kapasitas baterai dan membawa desain baru dengan modul kamera yang lebih menonjol serta pilihan warna yang lebih berani.

Meski demikian, keputusan “all-in” Snapdragon untuk Galaxy S26 Ultra tidak menghilangkan eksistensi chipset Exynos.

Dengan kabar bahwa Exynos 2600 akan digunakan pada Galaxy S26 dan S26+ di pasar Korea Selatan, Samsung masih melanjutkan pengembangan chipset internal mereka.

Ini menunjukkan strategi dual-track: memakai Snapdragon untuk produk global yang harus kompetitif, sambil terus mengasah kemampuan Exynos untuk pasar tertentu dan masa depan.

Dengan rumor Galaxy S26 Series yang semakin menguat, kepastian dari FCC ini datang pada waktu yang tepat.

Baca Juga: Kondisi Terbaru Lillo, Siswa SD Korban Tabrakan Mobil MBG: 18 Gigi Copot dan Jalani Perawatan PICU

Bagi konsumen yang mengutamakan performa terbaik tanpa kompromi, keputusan Samsung ini tentu menjadi kabar baik.

Kini mereka tidak lagi khawatir soal perbedaan performa akibat perbedaan chipset berdasarkan kawasan.

Dengan konfigurasi chipset yang telah jelas, perhatian kini tertuju pada bagaimana Samsung memaksimalkan potensi Snapdragon 8 Elite Gen 5, terutama pada sistem pendinginan, sektor kamera, dan integrasi AI on-device—yang menjadi faktor kunci apakah Galaxy S26 Ultra mampu menjadi flagship terbaik di kelasnya.

Dokumen FCC biasanya menjadi indikasi kuat bahwa sebuah perangkat mendekati waktu peluncuran.

Baca Juga: Kasus Cek Mahar Rp 3 Miliar Palsu: Kronologi hingga Mbah Tarman Jadi Tersangka

Dengan demikian, kehadiran resmi Galaxy S26 Ultra di pasar global diprediksi tidak akan lama lagi.

Editor : Ubaidillah
#Snapdragon 8 Elite Cen 5 #Galaxy S26 #Exynos 2600 #Samsung Galaxy S26 Ultra #samsung