News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Evolusi Kertas: Dari Serat Alami hingga Media Informasi Global

Ina Herdiyana • Selasa, 7 April 2026 | 17:27 WIB
Sumber foto: Pngtree
Sumber foto: Pngtree

RadarBangkalan.id Kertas merupakan salah satu penemuan paling revolusioner dalam sejarah manusia yang mengubah cara kita menyimpan informasi dan berkomunikasi.

Kertas dihasilkan dari kompresi serat selulosa yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. 

Meskipun teknologi digital berkembang pesat, kertas tetap menjadi media yang tak tergantikan karena tekstur, kemudahan penggunaan, dan sifatnya yang organik.

Sejarah kertas bermula dari kebutuhan manusia untuk mencatat informasi dengan cara yang lebih praktis daripada menggunakan batu, lempengan tanah liat, atau kulit hewan yang berat.

Baca Juga: Kenapa Popcorn Selalu Ada di Bioskop? Ini Fakta Uniknya 

Sebelum kertas modern ditemukan, bangsa Mesir Kuno menggunakan Papirus, yang dibuat dari irisan batang tanaman air. 

Namun, papirus cenderung rapuh dan mudah rusak jika disimpan di tempat yang lembap, sehingga manusia terus mencari alternatif media tulis yang lebih tahan lama dan fleksibel.

​Titik balik besar terjadi di Tiongkok pada masa Dinasti Han, sekitar tahun 105 Masehi. Seorang pejabat istana bernama Cai Lun tercatat sebagai tokoh yang menyempurnakan proses pembuatan kertas. 

Ia menggunakan campuran serat pohon murbei, sisa jaring ikan, kain bekas, dan limbah rami yang direbus hingga menjadi bubur.

Baca Juga: Hasil Liga Italia: Napoli Kalahkan Milan, Jaga Tren 5 Kemenangan Beruntun

Bubur serat ini kemudian disaring menggunakan cetakan datar dan dikeringkan di bawah sinar matahari. 

Hasilnya adalah selembar media tulis yang ringan, relatif murah, dan jauh lebih mudah diproduksi secara massal dibandingkan sutra atau bambu yang digunakan sebelumnya.

Pengetahuan tentang pembuatan kertas ini menjadi rahasia kekaisaran Tiongkok selama berabad-abad sebelum akhirnya menyebar ke dunia luar melalui Jalur Sutra.

Pada abad ke-8, teknik ini mencapai dunia Islam setelah terjadi kontak budaya dan perdagangan di Asia Tengah. 

Baca Juga: Napoli vs AC Milan 1-0: Gol Politano Bawa Partenopei Naik ke Peringkat 2

Bangsa Arab kemudian menyempurnakan teknik tersebut dengan menggunakan kincir air untuk menghancurkan serat kayu dan menciptakan kertas yang lebih halus.

Dari Timur Tengah, kertas masuk ke Eropa melalui Spanyol dan Italia pada abad ke-11, yang kemudian memicu revolusi literasi dan pendidikan di seluruh dunia.

Di era modern, proses pembuatan kertas telah mengalami mekanisasi total dengan penggunaan mesin besar yang mampu menghasilkan gulungan kertas dalam hitungan detik. 

Dalam perkembangannya, jenis kertas menjadi sangat beragam sesuai dengan fungsinya.

Baca Juga: Juventus Menang 2-0 atas Genoa, Di Gregorio Jadi Pahlawan di Babak Kedua

Kertas koran, misalnya, memiliki serat yang lebih kasar dan murah, sementara kertas cetak miliki permukaan yang halus dan mengilap untuk menghasilkan cetakan warna yang tajam. 

Selain itu, aspek keberlanjutan kini menjadi perhatian utama dalam industri kertas. Penggunaan kertas daur ulang dan sertifikasi hutan berkelanjutan menjadi standar baru untuk memastikan bahwa kebutuhan manusia akan kertas tidak merusak keseimbangan ekosistem hutan global. (Athoya Hanin)

Editor : Ina Herdiyana
#kertas #Serat Alami #Media Informasi Global #Evolusi