RadarBangkalan.id - Kisah Heroik Pada 4 Agustus 1947, dua pesawat tempur Belanda jenis Fairey Firefly Mk1 melakukan observasi udara ke kota Bangkalan dan sekitarnya.
Pesawat-pesawat tempur Belanda tersebut berputar-putar di atas kota selama kurang lebih 30 menit, lalu akan kembali ke pangkalannya di Morokrembangan melalui Jaddih ke selatan.
Pada saat itu, Seksi I pimpinan Letnan Djamaluddin dari Batalyon IV yang bertugas di desa Buluh/Pedeng Kec Socah Bangkalan, telah mensiagakan persenjataan berupa dua pucuk pompom double loop kaliber 20 mm dan satu pucuk mitraliur 12,7 mm.
Baca Juga: WhatsApp Luncurkan Fitur Kode Rahasia untuk Kunci Chat, Begini Cara Menggunakannya
Pertahanan udara ini sengaja disiapkan untuk menahan serangan udara dan menghambat serangan lawan apabila melalui jalur darat jalan besar Kamal di Pedeng terus ke Bangkalan.
Ketika dua pesawat Fairey Firefly melintas dalam jarak tembak, komando "Tembak!!" diberikan oleh saudara Ruslan sebagai wakil komandan seksi. Rentetan tembakan 20 mm pun dilepaskan.
Satu pesawat Belanda tertembak dan jatuh berantakan
Salah satu pesawat Belanda, yakni Fairey Firefly FR Mk 1 register 11-27, tertembak dan jatuh berantakan di dekat pertahanan Seksi I.
Pesawat tersebut berjarak kurang lebih 300 meter dari pertahanan Seksi I. Sementara itu, satu pesawat lainnya berhasil melarikan diri dan kembali ke pangkalannya di Morokrembangan Surabaya.
Pilot pesawat Fairey Firefly FR Mk 1 yang tertembak jatuh adalah Sersan Penerbang Gerhard Henricus Verberne.
Ia lahir di Den Haag, Belanda, pada 29 Januari 1918. Verberne dimakamkan di Kembang Kuning Surabaya dengan register KDH-B-34.
- Nama : Gerhard Henricus Verberne.
- NRP : 18965.
- Pangkat : Sergeant-Vlieger (Sersan Penerbang).
- Kesatuan : Squadron 860 MLD
- Lahir : 29 Januari 1918 di Den Haag Belanda.
- Alamat : Juliana van Stolberglaan 274 Den Haag
- Pekerjaan sebelum Militer : Teknisi laborat.
- Dimakamkan di Kembang Kuning Surabaya register KDH-B-34.
Fairey Firefly FR Mk 1 adalah pesawat pengintai tempur
Fairey Firefly FR Mk 1 adalah pesawat pengintai tempur yang dibuat oleh Fairey Aviation Company Limited Inggris. Pesawat ini pertama kali bertugas pada Maret 1943.
Fairey Firefly dijual ke Marine Luchtvaartdienst (MLD) (Angkatan Laut Kerajaan Belanda) dan diserahkan di HMS Vulture, RNAS St. Merryn, Padstow, Cornwall pada 20 Juni 1946.
Baca Juga: Pj Bupati Bangkalan Arief M Edie Minta Kades Baru Jaga Kondusivitas Desa Menjelang Pemilu 2024
Fairey Firefly selanjutnya berdinas untuk Skuadron Udara 860 Marine Luchtvaartdienst (MLD/Penerbangan Angkatan Laut).
Firefly memberikan dukungan kekuatan udara di Hindia Belanda selama Agresi Militer Belanda ke-1 pada 21 Juli 1947 hingga 4 Agustus 1947.
Selama periode tersebut, tercatat tiga Fairey Firefly, yakni 11-22, 11-24, dan 11-27, tertembak jatuh.
Kisah heroik tentara RI ini merupakan salah satu bukti perlawanan rakyat Indonesia terhadap agresi militer Belanda.