News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kontroversi Pernyataan Senator Bali Arya Wedakarna yang Merendahkan Hijab dan Melecehkan Simbol Agama Hindu

Azril Arham • Selasa, 2 Januari 2024 | 23:01 WIB
Shri Gusti Arya Wedakarna
Shri Gusti Arya Wedakarna

RadarBangkalan.id - Heboh, belakangan ini pernyataan kontroversial seorang senator asal Bali, Arya Wedakarna, menjadi sorotan tajam karena dianggap rasis dan merendahkan hijab.

Kontroversi ini bermula dari penyebaran potongan video pendek di dunia maya, di mana Arya Wedakarna menyampaikan pandangan kontroversialnya terhadap hijab dengan menyebutnya sebagai 'penutup gajelas'.

Pernyataan Arya Wedakarna ini tidak hanya menimbulkan kontroversi, tetapi juga menciptakan ketidaknyamanan bagi umat Muslim, khususnya para pengguna hijab.

Dalam video tersebut, Arya sedang memarahi kepala Kanwil Bea Cukai Bali Nusa Tenggara dan Kepala Bea Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan nada keras.

"Apa agama sampean ga ngajarin? ha? apa agama kamu? ucap Arya dengan nada tajam. Ganti itu, saya gak mau yang front line, front line itu, saya mau yang gadis Bali kayak kamu, rambutnya kelihatan terbuka. Jangan kasih yang penutup, penutup gak jelas, this is not Middle East," lanjutnya.

Baca Juga : 2024! Kemeriahan Menyambut Tahun Baru di Berbagai Negara, Indonesia Termeriah dan Termegah?

Reaksi masyarakat Indonesia terhadap pernyataan tersebut sangat keras, terutama karena umat Muslim merupakan mayoritas di Indonesia.

Namun, ini bukan kali pertama Arya Wedakarna membuat pernyataan kontroversial terkait agama.

Dilansir oleh Radar Bali (Jawapos Grup), Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bali itu juga pernah melakukan pelecehan terhadap simbol agama Hindu pada tahun 2019 lalu.

Pada waktu itu, Arya menyebut 'madak pendek umur', sebuah kata yang diartikan sebagai doa agar seseorang cepat meninggal.

Pernyataan ini terkait dengan Sulinggih, di mana Arya menganggap bahwa Sulinggih melakukan sesuatu yang tidak benar.

Pernyataan Arya ini kembali menuai kontroversi, dan dia dilaporkan oleh pihak yang mengatasnamakan Puskor Hindunesia ke Polda Bali.

Kontroversi tersebut tidak hanya berhenti di situ, karena Arya Wedakarna juga pernah melanggar sanksi Kode Etik Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Baca Juga : 80%! Ganjar Pranowo Optimis Mampu Meraih Suara Terbanyak di Jawa Tengah

Dalam kasus ini, Arya mengucapkan sebuah kalimat kontroversi yang mengizinkan para remaja melakukan hubungan seksual asalkan memakai kondom.

"Remaja boleh melakukan hubungan sex asal memakai kondom," ucapnya.

Pernyataan tersebut diungkapkan Arya saat melakukan sosialisasi di SMA N 2 Tabanan, di mana pendengarnya adalah siswa-siswi sekolah tersebut.

Kumpulan pernyataan kontroversial Arya Wedakarna menunjukkan bahwa perlu adanya evaluasi serius terhadap perilaku dan sikap seorang anggota Dewan, terutama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia. ***

Editor : Azril Arham
#arya wedakarna #umat muslim #kontroversi #rasis #senator bali #hijab