News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Muncul Tren Tantangan KKN di Papua, Ada Apa Dengan BEM UI dan TNI ?

Azril Arham • Jumat, 5 April 2024 | 22:08 WIB

 

Viral Tantangan KKN dari TNI untuk BEM UI
Viral Tantangan KKN dari TNI untuk BEM UI

RadarBangkalan.id - Baru-baru ini, sorotan publik tertuju pada topik yang sedang viral di platform sosial media X, yang berkaitan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta munculnya tren KKN di Papua.

Namun, apa sebenarnya yang terjadi? Apa hubungan antara BEM UI, TNI, dan fenomena KKN di Papua?

Perbincangan ini dimulai ketika BEM UI mengunggah sebuah postingan berjudul “TNI Aniaya Sipil, Hentikan Pelanggaran HAM di Papua!” melalui akun Instagram resmi BEM UI @bemui_official pada Selasa, 26 Maret 2024.

Postingan tersebut memuat informasi mengenai beberapa kasus penganiayaan terhadap warga di Papua oleh aparat keamanan.

BEM UI merujuk pada video yang beredar beberapa waktu lalu yang menunjukkan TNI diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap warga Papua.

Mereka mengklaim bahwa kasus tersebut bukanlah insiden yang pertama kali terjadi, melainkan bagian dari serangkaian kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan di wilayah tersebut, yang menunjukkan peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

Menurut BEM UI, tindakan kekerasan tersebut merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dan bertentangan dengan kewajiban negara sesuai dengan UUD 1945 Pasal 281 ayat 4 yang menegaskan pentingnya menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi manusia.

"Beredarnya video yang menunjukkan tindakan kekerasan aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap warga di Papua telah menggemparkan publik. Kasus tersebut bukan satu-satunyal, data menunjukkan bahwa tingkat pelanggaran HAM, termasuk kekerasan aparat terhadap warga sipil di Papua, telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini jelas merupakan pelanggaran serius terhadap kewajiban negara untuk menjaga HAM sesuai dengan konstitusi dan undang-undang," tulis BEM UI dalam keterangan postingannya.

"Oleh karena itu, sudah semestinya Indonesia sungguh-sungguh menyikapi pelanggaran HAM di Papua dengan mengadakan investigasi menyeluruh dan memastikan berjalannya proses hukum yang adil dan transparan. Pemerintah juga harus mengutamakan pendekatan dialog dalam merespons aspirasi masyarakat, bukan pendekatan kekerasan yang melanggengkan pelanggaran HAM!," demikian disampaikan BEM UI.

Namun demikian, muncul pula tanggapan dari sejumlah prajurit TNI yang tengah bertugas di Papua.

Mereka bahkan menantang BEM UI untuk melakukan KKN di Papua, khususnya di wilayah yang dikenal sebagai markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

“Saya bersedia membagi gaji saya selama 10 tahun, jika BEM UI mampu melakukan KKN di wilayah KKB. INGAT ITU JANJI SAYA IpangLybaz,” tulis salah seorang prajurit TNI melalui akun TikTok @NdripangLybaz_SMT#14.

“Untuk teman-teman BEM-UI, ayo coba KKN di sini, seru loh.. banyak sekali petasan... jangan hanya pandai berkicau di media sosial, tinggal memilih... banyak tempat yang menarik.. Papua pegunungan Yahokimo.. dan Nduga menantikan kehadiran BEM-UI untuk melakukan KKN di sini.. suasana yang menakutkan, sungguh luar biasa,” tulis akun TikTok @angellaisiah.

Postingan dari BEM UI pun memicu beragam tanggapan dari warganet dan menjadi topik pembicaraan hangat.

Banyak yang mengkritik BEM UI karena dianggap terlalu gegabah dalam menghakimi TNI yang sedang menjalankan tugas pengamanan negara di Papua.

Menurut sebagian warganet, BEM UI tidak sepenuhnya memahami situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Ada juga yang berpendapat bahwa seharusnya BEM UI juga memperhatikan banyaknya prajurit TNI yang gugur dalam melaksanakan tugasnya.

"KALAU ada yang salahin TNI di papua silahkan Aja dia sendiri Hadapi KKB di papua biar di jadiin arang di sana," tulis pengguna akun X @ajayharau.

"BEM UI hanya pandai bicara ... Ketika prajurit TNI/POLRI dibantai dan dibunuh dengan kejam oleh KKB, mereka diam tanpa teriakan tentang HAM ... Bravo TNI POLRI," tulis pengguna akun X @Sulaiman431236.

Namun, di sisi lain, banyak juga warganet yang mendukung kritik yang disampaikan oleh BEM UI.

Bagi mereka, kritik dari pihak yang kritis adalah penting untuk memperbaiki kondisi yang tidak baik di Indonesia.

"Dah pokoknya skrg kalo kritik tuh lgsg dibenturkan antar sesama rakyat. Kyk gini bikin org males kritik, kesannya kritik itu menggiring kebencian. Padahal kritik itu kan ada untuk bisa memperbaiki yg kurang pas," tulis pengguna akun X @nurullistyyy.

"Kebebasan berpendapat utk mengkritisi negaranya diinjak2 dgn narasi beginian. Pantes rakyat gak peduli dgn pelanggaran HAM. mulai 1948, 1965, priok, talangsari, DOM, timtim, 98, km50, kanjuruhan, rempang, wadas, dll..,,” tulis pengguna akun X @NurRizally.

Dengan berbagai respons yang muncul dari masyarakat, diskusi tentang keterkaitan BEM UI, TNI, dan fenomena KKN di Papua terus berlanjut, menyoroti kompleksitas situasi di Papua dan perlunya dialog yang konstruktif dalam menanggapi masalah ini.

Photo
Photo
Editor : Azril Arham
#viral #kkn #bem ui #papua #tni #Anggota TNI Tantang BEM UI KKN di Papua