Radarbangkalan.id - Film "Vina Sebelum 7 Hari" telah tayang di seluruh bioskop Indonesia.
Film bergenre horor ini menarik perhatian lantaran berlatar kisah nyata penuh tragis yang dialami seorang gadis 16 tahun bersama kekasihnya.
Tidak heran banyak para penonton langsung memburu tiket film ini di hari pertama hingga saat ini.
Bahkan, para penonton tidak sabar menunggu film bioskop Vina Sebelum 7 hari ini ditayangkan. Sudah 2 hari penayangan film Vina ditayangkan, dimulai sejak tanggal 8 Mei.
Diproduksi Dee Company, film ini mengunggah sebuah postingan Instagram mengenai angka banyaknya penonton yang telah menikmati film tersebut.
Baca Juga: Film Vina: Sebelum 7 Hari’’ Diproduksi untuk Usut Otak Pembunuhan
Dimulai dari hari pertama penayangan pada tanggal 8 Mei hingga masuk ke dalam all time top opening day yang telah mencapai 335.812 penonton.
Lalu disusul dengan hari kedua dengan lebih banyaknya penonton yang telah mendengarkan kisah almarhum Vina mencapai 797.077 penonton.
Tidak hanya itu, Dee Company juga mengunggah sebuah postingan yang berisikan rating jujur yang didapatkan dari review film ’’Vina Sebelum 7 Hari’’ dari TIX ID mencapai 9.5 dari 1.533 vote penonton.
Para penonton yang telah melihat film tersebut banyak yang mengatakan sangat terharu hingga ikut merasakan sakit yang dirasakan oleh almarhum Vina kala itu.
Bahkan, hingga membuat beberapa para penonton menangis dan tragis melihat kejadian yang ditayangkan di film Vina Sebelum 7 Hari ini.
“Saya sudah melihat film Vina Sebelum 7 Hari yang kemarin saya tunggu-tunggu, dan ternyata memang tragis banget yang dilakukan pelaku kepada almarhum Vina, hingga saya melihat banyak penonton yang menangis karena melihat Vina dilakukan seperti itu” ungkap Fitri, 24, selaku pencinta film horor, Jumat (10/5).
Fitri menambahkan, ia tidak merasa kecewa karena menunggu film ini ditayangkan. Menurut dia, banyak film bioskop yang terlihat menarik dan jelas tetapi ketika ditonton, alur yang diceritakan malah tidak sesuai dengan harapan atau malah dibuat bingung.
Film jenis dokumenter yang dibuat benar-benar dari kisah nyata dan tidak ada penambahan alur.
’’Banyak para penonton yang ikut terbawa suasana, apalagi dalam menit terakhir di bioskop menampilkan bahwa 3 pelaku masih belum ditemukan dan salah satu pelaku utama bernama Egy dikenal sebagai salah satu anak dari anggota kepolisian serta banyak yang mengatakan bahwa ia mengganti identitas dirinya” pungkasnya.
Editor : Ubaidillah