Radarbangkalan.id - Seorang pelajar SD berusia 13 tahun di Kota Cirebon, Jawa Barat, mengalami depresi berat setelah handphone (HP) yang dibelinya menggunakan uang tabungan pribadinya dijual oleh ibunya untuk kebutuhan sehari-hari.
Arya, anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Alifyanto dan Siti Anita, telah menderita depresi berat selama 10 bulan.
Menurut Siti Anita, ibu kandung Arya, ia terpaksa menjual HP anaknya untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.
"Waktu itu saya bingung, saya enggak kerja, enggak jualan, terus suami waktu itu selama delapan bulan enggak kasih nafkah, saya bingung,
jadi ada barang itu (HP) saya jual untuk makan sehari-hari," ujar Siti, dikutip dari Berita Satu.
Siti berharap depresi yang dialami oleh anaknya bisa disembuhkan, agar Arya dapat kembali hidup normal.
"Saya kepingin anak saya normal kembali, Arya sembuh, Arya bisa sekolah lagi, bisa main lagi kaya anak-anak yang lain," harapnya.