News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

PBNU Sikapi Pertemuan Anggota Nahdliyin dengan Presiden Israel

Ubaidillah • Minggu, 21 Juli 2024 | 23:29 WIB

Konferensi pers PBNU, Selasa (16/7/2024) di kantor PBNU Jakarta, menyikapi 5 nahdliyin ke Israel. (Foto: NU Online/Suwitno)
Konferensi pers PBNU, Selasa (16/7/2024) di kantor PBNU Jakarta, menyikapi 5 nahdliyin ke Israel. (Foto: NU Online/Suwitno)

Radarbangkalan.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengadakan konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, pada Selasa, 16 Juli 2024, untuk menyikapi pertemuan lima anggota Nahdliyin dengan Presiden Israel, Isaac Herzog.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, yang didampingi oleh Sekjen PBNU H Saifullah Yusuf, Rektor Unusia Juri Ardintoro,

Ketua PWNU Jakarta KH Samsul Ma’arif, dan Ketua Umum Pagar Nusa M. Nabil Haroen, memberikan pernyataan dan menjawab pertanyaan wartawan.

Pernyataan Gus Yahya dalam Konferensi Pers

Asalāmualaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Saya sengaja mengajak beberapa pimpinan dan penanggung jawab kelembagaan yang relevan untuk bertemu dengan teman-teman wartawan siang ini.

Yang paling kanan Ketua Tanfidziyah PWNU DKI, Pak Samsul Maarif. Kemudian Rektor Unusia, Pak Juri Ardiantoro.

Sahabat Nabil Haroen Ketua Umum Pagar Nusa, dan Bendahara Umum Fatayat, Mbak Wilda Tusururoh.

Pertama, saya mohon maaf kepada masyarakat luas atas tindakan beberapa anggota Nahdlatul Ulama yang pergi ke Israel dan melakukan engagement di sana. Kami memahami bahwa hal ini tidak patut dalam konteks suasana saat ini.

Kami telah mendapatkan konfirmasi dari lembaga-lembaga terkait di bawah PBNU bahwa mereka tidak mengetahui,

tidak ada mandat kelembagaan, dan tidak ada pembicaraan kelembagaan terkait keberangkatan tersebut. Tindakan ini adalah tanggung jawab pribadi mereka dan tidak terkait dengan lembaga.

Kebijakan PBNU mengenai engagement internasional sudah jelas: semua harus melalui PBNU. Tidak ada engagement internasional yang dilakukan tanpa prosedur ini akan diakui sebagai engagement kelembagaan.

Kebijakan PBNU mengenai isu Israel dan Palestina juga sudah jelas: NU tidak akan melakukan engagement dengan pihak mana pun terkait Israel dan Palestina kecuali untuk tujuan membantu rakyat Palestina. Tidak boleh ada tujuan lain.

Dalam situasi saat ini, kami menuntut dihentikannya kekerasan, gencatan senjata, dan terus melakukan upaya-upaya untuk membantu rakyat Palestina.

Kami telah melayangkan undangan kepada salah seorang pejabat dari Pemerintah Palestina untuk datang ke Indonesia guna melakukan engagement di sini dan menggalang upaya bersama untuk membantu rakyat Palestina.

Kami juga telah menerima informasi tentang organisasi Pusat Studi Warisan Ibrahim untuk Perdamaian yang mencantumkan logo LBMNU tanpa izin.

Kami telah meminta klarifikasi dan meminta organisasi tersebut untuk men-take down klaim tersebut.

Saya juga mengingatkan bahwa kegiatan lobi Israel sering kali tidak sensitif terhadap konteks lokal dan bisa menimbulkan masalah, seperti yang terjadi dengan keberangkatan lima orang ini.

Engagement internasional harus dilakukan secara kelembagaan, dengan otoritas yang resmi, dan mempertimbangkan sensitivitas yang ada.

Demikian pernyataan saya. Terima kasih.

Wassalāmualaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Tanya Jawab dengan Wartawan

Pertanyaan 1

Apakah lima orang pemuda Nahdliyin itu sudah dipanggil, dan mereka itu siapa saja?

Gus Yahya: Mereka adalah satu dosen Unusia, satu dari Pagar Nusa, dua dari Fatayat, dan satu dari PWNU Jakarta.

Mereka dikonsolidasi oleh pihak yang mendekati mereka satu persatu. Pertemuan dengan Presiden Israel tidak direncanakan sebelumnya.

Pertanyaan 2

Mengapa pertemuan ini begitu dibesar-besarkan?

Gus Yahya: Saya ke Israel atas nama pribadi dan mempertanggungjawabkannya secara pribadi. Gus Dur sebelum melakukan engagement ke Israel melakukan konsolidasi dengan kiai-kiai. Ini yang berbeda dengan tindakan lima orang tersebut yang tidak memiliki engagement strategis.

Pertanyaan 3

Siapa yang mengajak mereka berangkat dan bagaimana cara mereka berangkat?

Gus Yahya: Mereka diajak oleh satu channel NGO yang merupakan advokat dari Israel. Visa dan teknis perjalanan diatur oleh pihak yang mengundang mereka.

Pertanyaan 4

Apa isi dialog dalam pertemuan tersebut?

Gus Yahya: Tidak ada yang substansial dari dialog tersebut. Tidak ada perjanjian yang dibuat, dan tidak ada hasil yang membantu rakyat Palestina.

Tambahan Gus Yahya: PBNU telah menerapkan aturan bahwa semua engagement internasional harus melalui PBNU.

Editor : Ubaidillah
#kader nu temui presiden israel isaac herzog #pbnu #Israel #nu