Operasi Sedot Lemak Berujung Maut: Selebgram Medan Meninggal Dunia
Ubaidillah• Senin, 29 Juli 2024 | 20:16 WIB
Ilustrasi tewas.(SHUTTERSTOCK)
Radarbangkalan.id - Niat hati ingin mengubah penampilan agar terlihat menarik dengan operasi sedot lemak, wanita berinisial ENS (30) justru bernasib buruk.
Selebgram asal Medan, Sumatera Utara ini meninggal dunia setelah menjalani operasi sedot lemak di salah satu klinik kecantikan wilayah Depok, Jawa Barat.
Kematian ENS mulanya viral di media sosial setelah akun Instagram @temanpolisi mengunggah informasi perihal kematian korban.
Dalam unggahan di akun itu, korban dinarasikan meninggal dunia pasca-melakukan operasi sedot lemak pada Senin (22/7/2024).
“Hari Senin, korban berangkat dari Medan ke Depok untuk menjalani operasi. Setelah dilakukan tindakan operasi pukul 12.00 WIB, keluarga korban mendapatkan telepon dari salah satu rumah sakit di Depok yang menyatakan korban meninggal dunia,” tulis akun @temanpolisi, Jumat (26/7/2024).
Pembuluh Darah Pecah
Polres Metro Depok saat ini tengah menyelidiki kasus kematian ENS setelah menerima laporan dugaan malapraktik oleh klinik kecantikan.
Kapolres Metro Depok Kombes (Pol) Arya Perdana mengatakan, anggotanya telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami mengetahui adanya peristiwa ini (perempuan diduga meninggal dunia di klinik) usai viral di media sosial. Kami lalu langsung melakukan pengecekan ke klinik,” ujar dia dalam keterangannya, Sabtu (27/7/2024).
Hasil penyelidikan sementara, korban meninggal dunia diduga karena mengalami pecah pembuluh darah saat menjalani operasi sedot lemak pada bagian lengan kanan dan kiri.
Korban ditangani oleh dokter berinisial A dan dua orang perawat, yakni K dan T.
"Pembuluh darahnya pecah, sehingga mengakibatkan korban ini harus dirawat lebih intensif dan meninggal dunia pada akhirnya,” ujar Arya.
Polisi memeriksa dua saksi soal dugaan kasus malapraktik itu. Mereka yang diperiksa yakni dokter yang melakukan tindakan medis dan suaminya dari pemilik klinik kecantikan tempat operasi dilakukan.
“(Dua saksi yang diperiksa) dari dokter yang menangani dan suami dari pemilik klinik,” ujar Arya.
Klinik Pernah Dilaporkan
Arya menegaskan, klinik yang diduga melakukan malapraktik itu ternyata juga pernah dilaporkan ke polisi pada 2023. Laporan itu terkait tudingan yang sama, yakni malapraktik.
“Sebelumnya sama sedot lemak juga di tahun 2023. Tetapi kita tidak mendalami lagi soal itu, pokoknya kejadian sama tahun 2023,” ujar Arya.