RadarBangkalan.id - Belum lama ini, publik digegerkan oleh tindakan brutal seorang mahasiswa Program Studi Teknik Industri dari Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Dalam sebuah video viral, terlihat ia memukuli pacarnya dengan cara yang sangat mengejutkan. Mari kita simak tujuh fakta menarik tentang kejadian ini.
1. Rekaman Viral di Medsos
Kejadian ini terjadi pada Sabtu, 22 September 2024. Dalam video berdurasi 16 detik yang menyebar luas di media sosial, terlihat seorang mahasiswa berinisial F (21) asal Gresik memukuli pacarnya, D (21), asal Nganjuk.
Awalnya, keduanya terlihat duduk tenang di depan pagar cokelat, tetapi tiba-tiba suasana berubah ketika F mulai melayangkan tamparan dan pukulan ke wajah D.
Netizen pun tidak tinggal diam, mereka mengecam tindakan kekerasan ini dan berharap pelaku segera ditindak hukum.
2. Tanggapan Rektor Universitas Trunojoyo
Rektor UTM, Safi’, langsung merespon kasus ini dengan serius. Ia mengungkapkan bahwa kampus sedang melakukan investigasi untuk menindaklanjuti insiden ini.
“Kami telah meminta tim Satgas PPKS untuk segera menyelidiki,” jelasnya.
3. Proses Investigasi Dimulai
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Surokim, menyampaikan bahwa pelaku dan korban adalah mahasiswa dari angkatan 2022 dan berada di jurusan yang sama.
Tim investigasi telah bergerak cepat untuk memastikan semua informasi terkait kasus ini. “Kami akan terus memantau perkembangan investigasi setiap hari,” tambahnya.
4. Kondisi Korban Pasca Kejadian
Ketua Satgas PPKS, Sumriyah, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah pemulihan korban.
“Kami masih berupaya membantu korban pulih dari trauma yang dialaminya,” ujar Sumriyah.
Namun, dia belum bisa memberikan informasi lebih lanjut mengenai sanksi yang mungkin akan dijatuhkan kepada pelaku.
5. Keluarga Korban Melapor ke Polisi
Tak hanya mencari dukungan mental, pihak keluarga juga berinisiatif untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.
Anggota Klinik Konsultasi Bantuan Hukum UTM, Ibnu Fajar, menjelaskan bahwa pihak pelaku sempat berusaha menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, namun keluarga korban memilih untuk melanjutkan proses hukum.
6. Penganiayaan yang Terjadi Berulang Kali
Menurut pengakuan D, tindakan kekerasan ini bukanlah yang pertama kalinya.
“Ia sudah mengalami penganiayaan sebanyak empat kali sejak April lalu,” ungkap Ibnu.
Ini menambah keprihatinan banyak pihak mengenai hubungan yang tidak sehat ini.
7. Korban Akan Melakukan Visum
Saat ini, korban telah memberikan keterangan kepada pihak kepolisian dan akan menjalani pemeriksaan medis (visum).
“Iya setelah ini nanti korban akan divisum,” pungkas Ibnu.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kesadaran akan kekerasan dalam hubungan. ***