Radarbangkalan.id - Organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya tengah menjadi sorotan menyusul bentrokan dengan Pemuda Pancasila (PP) di Blora pada Selasa (14/1/2024).
Latar Belakang Bentrokan di Blora
Ketegangan antara kedua ormas ini terjadi di beberapa titik, termasuk Perempatan Karangjati dan Desa Klokah.
Baca Juga: BRICS vs G7: Mana yang Lebih Kuat dalam Kekuatan Ekonomi?
Konflik dipicu oleh aksi Pemuda Pancasila yang menggeruduk markas GRIB di Ngawen, Blora.
Pemuda Pancasila menganggap pendirian markas GRIB di Blora tidak memiliki legalitas. Namun, GRIB mengklaim telah mendapatkan izin resmi dan telah beroperasi selama tiga bulan di Blora dengan keanggotaan mencapai ratusan orang.
Apa itu GRIB Jaya dan Siapa Hercules?
Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu atau GRIB didirikan pada tahun 2011 oleh Rosario de Marshal, yang dikenal dengan nama Hercules.
Hercules adalah mantan gangster dan broker politik yang memiliki pengaruh besar di kawasan Tanah Abang, Jakarta, terutama pada era 1990-an. Sebelum itu, ia merupakan tenaga bantuan untuk operasi militer TNI di Timor Timur.
Sebagai organisasi, GRIB Jaya memiliki visi untuk menjadi ormas yang membaur dengan masyarakat, membangun sinergi dengan pemerintah, serta mendukung Polri dan TNI.
GRIB juga dikenal dekat dengan Presiden RI, Prabowo Subianto, dan aktif mendukungnya sejak Pilpres 2014 hingga kini.
Baca Juga: BRICS vs G7: Mana yang Lebih Kuat dalam Kekuatan Ekonomi?
Aktivitas GRIB Jaya
Melalui akun media sosial resmi @gribjaya_id, GRIB Jaya membagikan berbagai aktivitasnya, seperti:
- Audiensi dengan institusi pemerintah.
- Aksi sosial, seperti donor darah.
- Berkolaborasi dengan organisasi lain.
- Mendukung berbagai program pemerintah.
Sebagai ormas yang terus berkembang, GRIB Jaya telah membuka sejumlah kantor cabang di berbagai daerah, termasuk Blora.
Kepengurusan GRIB Jaya 2024-2029
Hercules masih memimpin GRIB Jaya untuk periode 2024-2029. Dalam kepengurusan kali ini, sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang turut bergabung, termasuk:
- Syaifuddin (akademisi Universitas Mercu Buana).
- Ghazaly Ama La Nora (akademisi UMB).
- Solten Rajagukguk (akademisi Universitas Satya Negara).
- Ike Julies Tiati atau Ike Suharjo (mantan Jubir DPP Perindo dan mantan penyiar tvOne).
Sebagai ormas yang terus memperluas jaringan, GRIB Jaya menghadapi tantangan dalam membangun eksistensinya di daerah.
Baca Juga: Tragis! Remaja 17 Tahun di Jaksel Dipaksa Layani 210 Pria Hidung Belang
Bentrokan di Blora menjadi salah satu dinamika dalam perjalanan GRIB Jaya untuk memperkokoh posisinya sebagai organisasi masyarakat yang berbasis sinergi dan kemasyarakatan.
Editor : Ubaidillah