Radarbangkalan.id - PT Timah Tbk angkat bicara terkait viralnya video seorang perempuan yang diduga karyawannya, Dwi Citra Weni alias Wenny Myzon,
yang menghina pegawai honorer pengguna BPJS Kesehatan. Perusahaan ini menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi melalui pernyataan resmi.
Baca Juga: Dikepung Warga! 2 Oknum Polisi Palak Pasangan Pelajar Rp 2,5 Juta
"Perusahaan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak yang merasa terganggu dengan aktivitas media sosial salah satu karyawan yang diduga menyebarkan informasi yang mendiskreditkan pihak tertentu," demikian pernyataan PT Timah Tbk yang diunggah di Instagram pada Sabtu (1/2).
PT Timah Tbk menegaskan bahwa pihaknya menjunjung tinggi etika, harmoni, dan saling menghormati.
Konten yang dibuat oleh Wenny Myzon melalui akun pribadinya tersebut dianggap tidak mewakili karakter dan budaya perusahaan.
Perusahaan juga memastikan bahwa fasilitas dan layanan kesehatan yang diterima oleh karyawan PT Timah Tbk sebagai peserta BPJS Kesehatan sesuai dengan kelas kepesertaan masing-masing tanpa ada perbedaan.
"Fasilitas dan layanan kesehatan yang diterima karyawan PT Timah Tbk sebagai peserta BPJS Kesehatan sesuai dengan kelas kepesertaan masing-masing dan tidak ada perbedaan," lanjut pernyataan tersebut.
PT Timah Tbk juga menyatakan akan menegakkan aturan kekaryawanan yang berlaku dalam merespons kegaduhan ini.
Baca Juga: Geng Rusia Rampas Uang Kripto Rp 3,2 Miliar dari Bule Ukraina di Bali
Selain itu, perusahaan berkomitmen untuk terus bertransformasi dengan melakukan perbaikan, termasuk memberikan edukasi kepada seluruh karyawan dan keluarga besar PT Timah Tbk mengenai bijak bermedia sosial agar tidak merugikan diri sendiri maupun perusahaan.
Sebelumnya, video yang diunggah Dwi Citra Weni di akun TikTok-nya menjadi viral. Dalam video tersebut,
Dwi menyinggung pegawai honorer pengguna BPJS Kesehatan yang harus mengantre di rumah sakit, sementara dirinya, sebagai pasien prioritas, tidak perlu antre.
Ia juga menyebutkan "BPJS" dan memplesetkan kata "honorer," yang kemudian menuai kecaman dari warganet.
Dwi sendiri telah meminta maaf atas kejadian tersebut. Dalam klarifikasinya, ia menyatakan bahwa konten tersebut merupakan sudut pandangnya pribadi yang tidak ada kaitannya dengan perusahaan tempat ia bekerja.
Baca Juga: Geng Rusia Rampas Uang Kripto Rp 3,2 Miliar dari Bule Ukraina di Bali
"Konten-konten yang ada di akun saya tersebut itu adalah murni point of view, sudut pandang saya sendiri yang tidak ada hubungannya dengan perusahaan tempat saya bekerja," ucapnya dalam video permintaan maaf.
Dwi juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung, dan menegaskan bahwa tidak ada niat untuk menyinggung profesi atau organisasi tertentu.