Radarbangkalan.id - Belakangan ini, band punk asal Purbalingga, Sukatani, menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Kepopuleran mereka semakin meningkat setelah Muhammad Syifa Al Lutfi (gitaris) dan Novi Citra Indriyati (vokalis) mengunggah video permintaan maaf kepada Kapolri dan pihak kepolisian terkait lagu mereka yang berjudul Bayar Bayar Bayar.
Baca Juga: CPNS 2025 Segera Dibuka! Panduan Buat Akun SSCASN dan Syarat Dokumen
Lagu tersebut semakin banyak dicari setelah dinyanyikan dalam aksi demonstrasi mahasiswa di berbagai kota yang menyoroti kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Bahkan, tagar #KamiBersamaSukatani menjadi trending di berbagai platform media sosial.
Permintaan Maaf dan Penarikan Lagu
Dalam video permintaan maafnya, kedua personel Sukatani tampil tanpa mengenakan topeng yang selama ini menjadi ciri khas mereka.
Selain menyampaikan permintaan maaf, mereka juga mengumumkan bahwa lagu Bayar Bayar Bayar telah dihapus dari berbagai platform.
Di akhir video, Sukatani mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membawakan lagu tersebut. Mereka juga menegaskan bahwa jika ada kejadian di kemudian hari terkait lagu tersebut, hal itu berada di luar tanggung jawab mereka.
Baca Juga: Segera Dibuka! Rekrutmen Bersama BUMN 2025 dan Informasi Lengkapnya
Lagu Bayar Bayar Bayar Sebagai Bentuk Kritik
Lagu ini awalnya diciptakan sebagai bentuk kritik terhadap oknum kepolisian yang menyalahgunakan wewenangnya. Berikut lirik lengkap lagu Bayar Bayar Bayar yang sempat viral:
Lirik Lagu Bayar Bayar Bayar
Mau bikin SIM bayar polisi
Ketilang di jalan bayar polisi
Touring motor gede bayar polisi
Angkot mau ngetem bayar polisi
Aduh aduh ku tak punya uang
Untuk bisa bayar polisi
Mau bikin gigs bayar polisi
Lapor barang hilang bayar polisi
Masuk ke penjara bayar polisi
Keluar penjara bayar polisi
Aduh aduh ku tak punya uang
Untuk bisa bayar polisi
Mau korupsi bayar polisi
Mau gusur rumah bayar polisi
Mau babat hutan bayar polisi
Mau jadi polisi bayar polisi
Aduh aduh ku tak punya uang
Untuk bisa bayar polisi
Lagu ini sempat menjadi perbincangan luas sebelum akhirnya dihapus dari berbagai platform.
Baca Juga: Segera Dibuka! Rekrutmen Bersama BUMN 2025 dan Informasi Lengkapnya
Meski begitu, reaksi publik terhadap lagu ini terus berkembang, menunjukkan besarnya perhatian terhadap isu yang diangkat dalam liriknya.
Editor : Ubaidillah