News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

BI Ingatkan Publik soal Jasa Tukar Uang Usai Viral Tumpukan Rp 2 Miliar

Ubaidillah • Rabu, 26 Maret 2025 | 20:59 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Radarbangkalan.id - Sebuah video yang memperlihatkan tumpukan uang baru senilai Rp 2 miliar sedang viral di media sosial.

Video tersebut menunjukkan seorang warga Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, bernama Wildan, yang menawarkan layanan penukaran uang baru dalam jumlah besar melalui akun TikTok Wildan Uang Baru.

Baca Juga: Panduan Tukar Uang Baru di Bank BCA, BNI, BRI, dan Mandiri untuk Lebaran 2025

Wildan mengklaim dapat menyediakan berbagai pecahan uang baru, mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 20.000, dengan syarat biaya tertentu dan tanpa batasan jumlah.

"Senin, tanggal 24 Maret 2025 ready full pecahan lengkap, khusus ecer ya bosku. Besok kita ready banyak, sekarang khusus ecer dulu, besok di Bangil sama rumah saya full stock mau berapapun ada," kata Wildan sambil memperlihatkan situasi toko penukaran uang baru, Selasa (25/3/2025).

Bank Indonesia Ingatkan Risiko

Menanggapi hal tersebut, Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat untuk hanya melakukan penukaran uang di layanan resmi BI dan perbankan guna menjamin keaslian serta keamanannya.

"Penukaran uang Rupiah melalui mekanisme jual beli di luar layanan resmi BI dan perbankan memiliki risiko bagi masyarakat,

di antaranya yaitu tidak terjamin keasliannya, sulit dipastikan akurasi jumlahnya, hingga rawan penipuan yang dapat merugikan masyarakat secara finansial," ujar Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Anwar Bashori.

BI menegaskan bahwa tidak ada jalur khusus dalam layanan penukaran uang Rupiah, dan seluruh masyarakat mendapatkan akses yang sama.

Baca Juga: Panduan Tukar Uang Baru di Bank BCA, BNI, BRI, dan Mandiri untuk Lebaran 2025

Layanan Penukaran Resmi Melalui Aplikasi PINTAR

Pada periode SERAMBI 2025, seluruh kegiatan penukaran dilakukan secara transparan melalui aplikasi PINTAR.

Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan kepastian layanan, mengurangi kepadatan antrean di lokasi penukaran, serta memastikan distribusi uang merata ke seluruh masyarakat Indonesia.

Menjelang Lebaran, BI mengingatkan masyarakat agar menggunakan uang Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dan tidak memperdagangkannya sebagai komoditas.

"Uang Rupiah sejatinya merupakan simbol kedaulatan negara yang wajib dijunjung tinggi kehormatannya dan sepatutnya diperlakukan dengan baik," tegas Anwar.

BI Perluas Layanan Penukaran

Untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan penukaran uang, BI akan memperluas kerja sama dengan perbankan melalui Sentra Kas Mitra (SKM) dan dengan mitra kerja non-perbankan melalui Mitra Layanan (MILA).

Baca Juga: Panduan Tukar Uang Baru di Bank BCA, BNI, BRI, dan Mandiri untuk Lebaran 2025

Dengan pola kerja sama ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan penukaran uang dengan lebih efisien, terjamin akurasi dan keasliannya, serta merata di seluruh wilayah Indonesia.

"Dapat kami sampaikan bahwa BI memberikan layanan penukaran tematik melalui kas keliling di beberapa titik strategis di wilayah Indonesia.

Seluruh layanan kas keliling BI tidak memungut biaya apapun dari masyarakat sehingga masyarakat atau pemudik yang masih membutuhkan uang Rupiah pecahan kecil dapat mengunjungi layanan kas keliling BI untuk mendapatkan akses penukaran uang Rupiah yang terjamin aman dan nyaman," tutupnya.

Editor : Ubaidillah
#rupiah #penukaran uang baru #bank indonesia #uang baru