Radarbangkalan.id - Viralnya tarian THR atau tarian pemanggil THR menjadi salah satu tren yang meramaikan momen Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025.
Baca Juga: Bansos April 2025 Cair, PKH dan BPNT Masuk Daftar Penerima
Tarian ini menjadi populer di media sosial, dengan banyak masyarakat yang menirukan gerakannya. Mereka berjoget dengan melompat maju dan mundur, diiringi gerakan kaki yang dilakukan secara serempak.
Dalam sejumlah video yang beredar, tarian tersebut diawali dengan gerakan kaki ke kanan dan ke kiri, lalu diikuti lompatan kecil ke depan dan ke belakang.
Namun, tarian THR tersebut disebut-sebut sangat mirip dengan tarian Hora yang berasal dari budaya bangsa Yahudi.
"Gerakannya pun hampir sama persis."
Tarian Hora biasanya ditampilkan dalam berbagai acara komunitas Yahudi, di mana para peserta menari dengan gerakan yang sama: kaki ke kanan dan ke kiri, kemudian lompat kecil ke depan dan ke belakang.
Tak ayal, kemiripan tersebut memicu perdebatan. Sebagian orang meminta agar tarian THR tidak diikuti, sementara yang lain menganggapnya hanya sebagai hiburan semata.
Tarian Hora dalam Budaya Yahudi
Tarian Hora dikenal memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian penting dari tradisi Yahudi.
Tarian ini berasal dari budaya rakyat Israel dan dianggap sebagai simbol persatuan serta perayaan kebahagiaan.
Baca Juga: 5 Poin Pernyataan Kim Soo-hyun, Siap Tuntut Balik Keluarga Kim Sae-ron
Biasanya dilakukan secara melingkar, Hora diiringi lagu tradisional seperti Hava Nagila, yang telah menjadi ikon dalam budaya Yahudi.
Dalam sejarahnya, Hora berkembang pada masa pembentukan negara Israel pada tahun 1948. Koreografer pertama Israel menggabungkan unsur-unsur dari tarian Hasid, Balkan, Rusia, Arab, dan Yaman untuk membentuk tarian khas rakyat Israel, termasuk Hora.
Hora juga kerap muncul dalam acara keagamaan dan perayaan seperti pernikahan, di mana kedua mempelai diangkat menggunakan kursi sambil para tamu menari mengelilinginya.
Secara umum, tarian ini melambangkan kegembiraan dan solidaritas komunitas Yahudi serta terus berkembang hingga kini.
Baca Juga: 5 Poin Pernyataan Kim Soo-hyun, Siap Tuntut Balik Keluarga Kim Sae-ron
Munculnya Perdebatan
Karena Hora sangat lekat dengan identitas budaya Yahudi, kemiripannya dengan tarian THR pun menjadi sorotan dan menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat.
Sebagian warganet mengimbau umat muslim agar lebih berhati-hati dalam meniru suatu tren, karena dikhawatirkan ada unsur pergeseran budaya yang berpotensi memengaruhi aqidah.
"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka" (HR Abu Daud dan Ahmad).
Hadits tersebut sering dikutip dalam peringatan agar umat Islam lebih selektif dalam mengikuti budaya luar, terutama yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Dengan demikian, masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam menyikapi tren yang viral, agar tidak bertentangan dengan ajaran agama maupun budaya sendiri.
Editor : Ubaidillah