News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Sudah Lunasi Kredit, Warga Perum Griya Anugerah Bangkalan Belum Terima Sertifikat

Yusron Hidayatullah • Rabu, 19 November 2025 | 19:27 WIB

Spanduk bentuk protes warga perum Griya Anugerah Bangkalan terhadap developer.
Spanduk bentuk protes warga perum Griya Anugerah Bangkalan terhadap developer.

Bangkalan,Radarbangkalan.id – Warga Perumahan Griya Anugerah, Kelurahan Mlajah, Bangkalan, mengeluhkan sertifikat rumah yang tak kunjung diberikan meski cicilan kredit sudah lunas.

Kasus ini menimpa ratusan penghuni, termasuk seorang warga bernama Adi yang sudah melunasi pembayaran namun tetap tidak bisa memegang sertifikat asli.

Perumahan Griya Anugerah mulai dipasarkan sejak 2018 dengan harga rumah sekitar Rp215 juta.

Saat ini, tercatat ada kurang lebih 300 unit rumah yang seluruhnya menggunakan akad kredit melalui Bank BTN.

“Mas Adi sudah melunasi, bahkan kena penalti pelunasan. Tapi faktanya sertifikat tidak keluar. Itu yang jadi masalah. Padahal itu hak kami,” ungkap Cak Sholeh seperti dikutip dari akun Tiktoknya, Rabu (19/11/2025).

Baca Juga: Puskesmas Kokop Luncurkan Inovasi “CKG Grebek Pasar” untuk Tingkatkan Akses Cek Kesehatan Gratis

Warga menyebut, dokumen yang diberikan hanya berupa fotokopi sertifikat. Sementara sertifikat asli tetap ditahan pihak developer.

“Kalaupun diperlihatkan, tidak boleh dibawa pulang. Ibarat lihat perempuan cantik, cuma bisa nonton tok,” katanya.

Sertifikat rumah diketahui masih atas nama developer PT Golden Mirin.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) berdalih belum bisa melakukan balik nama karena ada masalah antara developer dengan pihak lain.

Namun warga menilai alasan tersebut tidak relevan.

“Kami sebagai konsumen tidak tahu-menahu soal urusan developer. Yang penting kami akad kredit, kami bayar tiap bulan. Kalau dilunasi, sertifikat harus ada,” tegas salah satu warga dalam video tersebut.

Baca Juga: Pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum KONI Bangkalan, Hari Pertama Ada Satu Pendaftar

BTN sebagai bank penyalur kredit juga dipertanyakan perannya. Warga menilai BTN ceroboh karena tetap menyalurkan kredit meski lahan bermasalah.

“BTN itu bank BUMN, bank besar. Seharusnya punya tim analisis yang tahu tanah layak atau tidak untuk dikreditkan,” tambahnya.

Editor : Yusron Hidayatullah
#bangkalan #btn #Perum Griya Anugerah #PT Golden Mirin