Bangkalan, Radarbangkalan.id – Enam bulan berlalu sejak warga Perumahan Griya Anugerah, Kelurahan Mlajah, Bangkalan, menggelar aksi demo menuntut kejelasan sertifikat rumah.
Saat itu, pihak developer berjanji akan kembali bertemu dengan warga pada November 2025. Namun hingga kini, janji tersebut belum ditepati.
“Sudah dijanjikan ketemu lagi, tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda. Kami kecewa,” kata salah satu warga dalam Video Tiktok Cak Sholeh, Rabu (19/11/2025).
Perumahan Griya Anugerah mulai dipasarkan sejak 2018 dengan harga rumah sekitar Rp215 juta.
Saat ini terdapat kurang lebih 300 unit rumah, seluruhnya menggunakan akad kredit melalui Bank BTN.
Beberapa warga bahkan sudah melunasi cicilan. Namun meski sudah membayar lunas, sertifikat rumah tak kunjung diberikan.
Warga menyebut, dokumen yang diberikan hanya berupa fotokopi sertifikat. Sementara sertifikat asli tetap ditahan pihak developer.
Sertifikat rumah diketahui masih atas nama developer PT Golden Mirin.
Badan Pertanahan Nasional (BPN) berdalih belum bisa melakukan balik nama karena ada masalah antara developer dengan pihak lain.
Namun warga menilai alasan tersebut tidak relevan.
Editor : Yusron Hidayatullah