News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Viral Airdrop Bantuan di Tapanuli Tengah, Beras Pecah dan Warga Memunguti di Tanah

Ubaidillah • Jumat, 5 Desember 2025 | 13:18 WIB
Warga korban banjir di Tapanuli Tengah punguti beras yang berceceran lantaran kemasan pecah saat dijatuhkan dari helikopter TNI. (Instagram @bkmedan_)
Warga korban banjir di Tapanuli Tengah punguti beras yang berceceran lantaran kemasan pecah saat dijatuhkan dari helikopter TNI. (Instagram @bkmedan_)

Radarbangkalan.id - Distribusi bantuan untuk korban banjir dan longsor di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara kembali menjadi sorotan setelah metode airdrop dari helikopter TNI justru menyebabkan beras bantuan pecah dan berceceran.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @bkmedan, terlihat warga sibuk memunguti butiran beras yang berserakan di tanah.

Karung bantuan tampak robek setelah dijatuhkan dari udara, sementara sebagian warga hanya memegang karung kosong yang tak lagi berisi.

Baca Juga: Luapan Sungai Rejoso Picu Banjir 8 Desa di Pasuruan, Ketinggian Air Capai 1 Meter

Fenomena ini memicu kritik luas. Banyak netizen mempertanyakan metode penyaluran bantuan yang dinilai tidak aman dan merugikan warga terdampak.

Kolom komentar dipenuhi keluhan dan saran agar paket bantuan diberikan pengaman seperti tali, bubble wrap, atau parasut agar tidak hancur saat dijatuhkan.

“Gak ada niatnyaaa di ikat paket tali lalu diturunin gitu? astagaaaa,” tulis @dwi*****.
“Ada teknologi yg namanya tali, atau minimal bublewrap,” tambah @sul*****.
"Niat bantu opo gak sih," komentar @yun******.
"Kan ada yg namanya 'PARASUT' bukan dilempar gitu," tulis @adi******.

Baca Juga: Cara Mengaktifkan Internet Gratis Starlink bagi Warga Terdampak Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Penjelasan Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menanggapi video viral tersebut dan menjelaskan bahwa helikopter tidak bisa mendarat karena adanya kabel listrik yang membahayakan.

“Ketika helikopter mau mendarat, ada kabel yang membahayakan. Jadi diputuskan oleh pilot agar barang itu tetap di-drop,” kata Agus.

Ia menegaskan bahwa keputusan menjatuhkan bantuan diambil karena pertimbangan darurat agar logistik tetap tiba ke masyarakat.
“Daripada dibawa kembali ke pangkalan udara, lebih baik di-drop dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Luapan Sungai Rejoso Picu Banjir 8 Desa di Pasuruan, Ketinggian Air Capai 1 Meter

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menambahkan bahwa situasi di lapangan bersifat mendesak.
“Kondisinya memang heli tidak bisa mendarat. Karena bantuan harus diberikan, kami coba untuk dilempar. Setelah ada karung yang pecah, kami evaluasi lagi. Sekarang kami berupaya agar tidak terjadi lagi,” tegas Maruli.

Menurutnya, keamanan personel, masyarakat, dan peralatan tetap menjadi prioritas.

Baca Juga: Desain Karakter GTA 6 Bocor Lagi, Publik Yakin Jason dan Lucia Jadi Tokoh Utama

Metode Airdrop Akan Diperbaiki

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah memastikan bahwa evaluasi menyeluruh sedang dilakukan agar metode pengiriman bantuan melalui udara lebih aman dan tepat sasaran.

“Yang pasti, proses pengiriman bantuan akan kami evaluasi agar semuanya aman dan tersampaikan dengan baik. Masyarakat aman, prajurit aman, alutsista juga aman,” ujar Freddy.

Ia menegaskan bahwa peningkatan prosedur akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang dan memastikan bantuan tiba dalam kondisi layak.

Baca Juga: Rizky Ridho Berpeluang Kalahkan Rekor Messi di FIFA Puskas Award 2025

Editor : Ubaidillah
#viral #helikopter #bantuan #berceceran #beras #banjir sumatera #bantuan logistik #airdrop #tni #korban banjir