News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Video Adu Mulut di Transjakarta Viral, Penumpang Tolak Beri Kursi Bukan Prioritas

Ubaidillah • Rabu, 24 Desember 2025 | 13:43 WIB
Penumpang Transjakarta Dimarahi Gegara Kursi, Ini Kronologi dan Aturan Resminya
Penumpang Transjakarta Dimarahi Gegara Kursi, Ini Kronologi dan Aturan Resminya

Radarbangkalan.id - Sebuah video yang memperlihatkan perselisihan sengit antarpenumpang di dalam bus Transjakarta viral di media sosial sejak akhir pekan lalu.

Insiden tersebut melibatkan seorang perempuan paruh baya yang memarahi penumpang perempuan yang lebih muda karena menolak menyerahkan kursi duduknya.

Baca Juga: Viral Roti O Tolak Uang Tunai, Penolakan Rupiah Terancam Denda Rp200 Juta

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @hani.rajagukguk pada 20 Desember 2025 dan langsung memicu perdebatan di kalangan warganet. Banyak netizen menyayangkan sikap tidak sopan yang ditunjukkan dalam peristiwa tersebut.

Kronologi Perselisihan Penumpang di Dalam Bus

Kejadian itu berlangsung di salah satu armada Transjakarta. Penumpang muda yang merekam video mengaku sedang dalam kondisi tidak fit, mengalami sakit kepala dan pusing.

Ia menegaskan bahwa kursi yang didudukinya bukan kursi prioritas sehingga tidak ada kewajiban untuk menyerahkannya.

Baca Juga: KPK Dalami Aliran Dana Iklan Bank BJB, Nama Aura Kasih Ikut Disorot

Meski sudah dijelaskan, perempuan paruh baya tersebut tetap memaksa dan melontarkan kata-kata kasar.

Situasi di dalam bus pun menjadi tegang hingga penumpang lain ikut berusaha menenangkan suasana.

Video Viral dan Reaksi Netizen

Video berdurasi singkat itu pertama kali muncul di Instagram pada Sabtu, 20 Desember 2025, lalu dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial.

Baca Juga: 5 Kode Kedekatan Aura Kasih dengan Ridwan Kamil, Buket Bunga Inisial R Ungkap Hubungan?

Dalam rekaman, terlihat perempuan paruh baya berdiri di depan penumpang yang duduk sambil menuntut kursi dengan nada tinggi.

"Saya enggak mau tahu," kata ibu tersebut, meski penumpang muda telah berulang kali menjelaskan kondisi kesehatannya dan menegaskan bahwa kursi tersebut bukan kursi prioritas.

Baca Juga: Duel Persepam Pamekasan vs Perseba Bangkalan Diwarnai Adu Jotos

Perekam video juga menambahkan narasi bahwa dirinya tidak duduk di area khusus prioritas. Banyak netizen memberikan dukungan dan menilai sikap memaksa serta kasar di ruang publik tidak dapat dibenarkan.

Namun, sebagian lainnya tetap mengkritik kurangnya empati, meski secara aturan tidak ada kewajiban menyerahkan kursi umum.

Aturan Kursi Prioritas di Transjakarta

Menanggapi viralnya insiden tersebut, PT Transportasi Jakarta memberikan penjelasan resmi. Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.

Baca Juga: Bus Terbalik di Exit Tol Krapyak Semarang, Basarnas Konfirmasi 16 Penumpang Meninggal

Ia menegaskan bahwa kursi prioritas disediakan khusus bagi kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta orang tua yang membawa anak kecil atau balita. Kursi prioritas biasanya ditandai dengan warna merah.

Di luar itu, kursi di dalam bus Transjakarta merupakan area umum yang boleh digunakan siapa saja, termasuk penumpang yang sedang lelah atau dalam kondisi kurang sehat.

"Transjakarta mengapresiasi sikap toleransi antar-pelanggan, terutama jika ada yang sedang dalam kondisi kesehatan kurang fit," ujar Welfizon.

Ia menambahkan bahwa tidak ada kewajiban hukum bagi penumpang untuk menyerahkan kursi umum, meskipun sikap saling menghormati tetap dianjurkan.

Respons Manajemen dan Ajakan Bersikap Santun

Welfizon Yuza menegaskan bahwa Transjakarta merupakan transportasi publik milik bersama, sehingga kenyamanan dan keamanan harus dijaga oleh semua pihak.

Baca Juga: Bolehkah Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadan? Ini Niat dan Penjelasannya

Untuk mencegah kejadian serupa, manajemen akan meningkatkan edukasi kepada petugas lapangan agar lebih aktif mensosialisasikan aturan kursi prioritas dan memediasi konflik antarpenumpang.

Pelanggan juga diimbau melaporkan gangguan melalui petugas halte, call center 1500-102, atau pesan langsung ke media sosial resmi Transjakarta.

"Kami mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menciptakan budaya bertransportasi yang santun," tutup Welfizon.

Baca Juga: Viral Penjual Mie Babi di Bandung Pakai Peci dan Hijab, Ini Fakta di Lapangan

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya memahami aturan dan menjaga etika di transportasi umum agar perjalanan tetap aman dan nyaman bagi semua penumpang.

Editor : Ubaidillah
#rebutan kursi #viral #tranjakarta #kursi non prioritas #emak emak