Radarbangkalan.id - Organisasi masyarakat Madura Asli atau Madas menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan intimidasi dan pengusiran terhadap Elina Wijayanti, seorang nenek berusia 80 tahun di Surabaya.
Peristiwa tersebut memicu reaksi keras warganet dan berbagai elemen masyarakat.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat puluhan orang yang diduga anggota Ormas Madas tiba-tiba masuk ke rumah nenek Elina.
Baca Juga: Dosen Diduga Meludahi Kasir, UIM Jadwalkan Sidang Komisi Disiplin
Beberapa di antaranya tampak melakukan pengancaman agar korban meninggalkan rumahnya.
Kejadian yang berlangsung di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya itu menuai kecaman dari berbagai pihak yang menilai tindakan tersebut tidak manusiawi, terlebih melibatkan warga lanjut usia.
Kecaman dari Aktivis dan Masyarakat
Kritik keras salah satunya datang dari Anez Patiraja, pendiri Street Boxing Suroboyo. Ia mengaku geram terhadap aksi premanisme yang mengatasnamakan organisasi masyarakat.
"Menanggapi dengan tegas barai keresahan, bahkan melakukan tindakan fisik. Masa puluhan orang berani ke Mbah-mbah umur 80 tahun," ucap Anez dalam unggahan di Instagram resmi Street Boxing Suroboyo, Sabtu (27/12/2025).
Baca Juga: Kasus Mayat Mahasiswi ULM Terungkap, Oknum Polisi Bunuh Korban karena Panik
Anez juga menyinggung fungsi ormas sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat 1 UU 17/2013 jo. Perpu 2/2017, yang seharusnya berdiri secara sukarela dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Memangnya kalian berguna ormas ini? Harusnya kalian itu menyejahterakan malah, bukan tambah mengintimidasi," tuturnya.
Baca Juga: Valen Pamekasan Runner-up Dangdut Academy 7 Indosiar 2025, Raih Hadiah Fantastis
Baca Juga: Haji Isam Kirim 13 Alat Berat ke Aceh untuk Percepat Pemulihan Pascabanjir
Kantor Madas Didatangi Massa Arek Suroboyo
Dampak dari viralnya video dan unggahan tersebut berujung pada aksi ratusan Arek Suroboyo yang mendatangi kantor DPC Madas di Jalan Marmoyo, Surabaya, Jumat (26/12/2025).
Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap praktik premanisme berkedok ormas yang dinilai mencoreng citra Kota Surabaya. Massa mengecam keras dugaan kekerasan yang dialami nenek Elina.
Baca Juga: Terungkap! Gomu Gomu no Mi Awalnya Disiapkan Shanks untuk Ace, Bukan Luffy
Dalam aksi tersebut, Arek Suroboyo meminta agar ormas yang membuat keresahan dan melakukan tindakan premanisme dibubarkan. Massa kemudian melanjutkan aksi protes ke kantor PAC Madas sebagai bentuk lanjutan penolakan.
Klarifikasi Ormas Madas
Ormas Madas membantah telah melakukan pengusiran paksa terhadap Elina Wijayanti. Klarifikasi itu disampaikan saat perwakilan Ormas Madas mendatangi langsung nenek Elina pada Jumat (26/12/2025).
Koordinator Madas, Muhammad Yasin, menegaskan organisasinya tidak pernah membenarkan perampasan hak, terlebih terhadap warga lanjut usia. Ia juga mengimbau seluruh anggota Madas di Indonesia untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
"Saya berpesan kepada seluruh anggota MADAS di Indonesia, marilah kita melakukan kebaikan. Jangan sampai menyakiti orang lain, apalagi merampas hak orang lain," kata Yasin.
Yasin menyatakan dukungannya terhadap proses hukum yang sedang berjalan dan menegaskan bahwa siapa pun yang terlibat harus diproses tanpa pandang bulu.
Baca Juga: Ijazah Jokowi Dipersoalkan, Presiden Tegaskan Proses Hukum Tetap Berjalan
"Yang kemarin viral di Surabaya itu harus diproses hukum. Meskipun itu anggota MADAS pun, tetap harus diproses hukum," ujarnya.
Sementara itu, kuasa hukum nenek Elina, Wellem Mintaraja, memastikan pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Timur. Laporan awal terkait dugaan pengeroyokan dan akan disusul laporan lain, termasuk dugaan pencurian serta penggunaan surat palsu
Editor : Ubaidillah