News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kasus Nenek Elina Viral, Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Ruang Premanisme

Ubaidillah • Minggu, 28 Desember 2025 | 15:46 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat beri penjelasan di Surabaya beberapa waktu lalu. (TribunJatim.com/Bobby Constantine Koloway)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat beri penjelasan di Surabaya beberapa waktu lalu. (TribunJatim.com/Bobby Constantine Koloway)

Radarbangkalan.id - Pemerintah Kota Surabaya memberikan atensi serius terhadap kasus pembongkaran paksa rumah milik nenek Elina Widjajanti (80) yang diduga dilakukan oleh oknum organisasi masyarakat.

Kasus ini menjadi perhatian luas setelah viral di media sosial dan menuai kecaman dari masyarakat Surabaya.

Baca Juga: Viral Dugaan Pengusiran Nenek Elina, Kantor Ormas Madas Didatangi Massa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi siapa pun yang melakukan tindakan semena-mena di Kota Pahlawan. Ia menilai tindakan tersebut harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

Eri Cahyadi Tegaskan Proses Hukum Berjalan

Eri mengungkapkan bahwa sebelum kasus tersebut viral, pihak kecamatan sudah bergerak dan laporan telah masuk ke Polda Jawa Timur. Ia memastikan penanganan kasus tidak dilakukan secara lambat.

"Kejadian ini sudah ditangani Polda Jawa Timur. Sebelum viral sudah dilaporkan karena sudah ditangani pihak kecamatan.

Baca Juga: Kasus Mayat Mahasiswi ULM Terungkap, Oknum Polisi Bunuh Korban karena Panik

Saya secara pribadi akan berkoordinasi dengan Polda agar masalah ini menjadi atensi khusus dan segera diselesaikan. Harus ada kejelasan hukum karena yang salah ya, harus dihukum," kata Eri, Sabtu (27/12).

Menurut Eri, ketegasan hukum menjadi hal penting demi menjaga rasa aman dan kepercayaan warga Surabaya. Ia menegaskan bahwa tindakan semena-mena terhadap lansia tidak boleh dibiarkan tanpa sanksi.

Baca Juga: Valen Pamekasan Runner-up Dangdut Academy 7 Indosiar 2025, Raih Hadiah Fantastis

Pemkot Surabaya Bentuk Satgas Anti-Preman

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Pemkot Surabaya akan membentuk Satgas Anti-Preman bersama TNI dan Polri. Satgas ini juga akan melibatkan tokoh-tokoh dari berbagai suku yang tinggal di Surabaya.

"InsyaAllah kami buatkan tempat di Pemkot Surabaya untuk Satgas Anti-Preman. Surabaya harus aman. TNI, Polri, dan seluruh elemen suku akan bergabung. Siapa pun yang melakukan premanisme akan ditindak dan dihilangkan dari kota ini," ujarnya.

Ormas dan Tokoh Suku Akan Dikumpulkan

Eri Cahyadi juga berencana mengumpulkan seluruh ketua organisasi masyarakat dan tokoh suku di Surabaya pada malam tahun baru atau awal Januari 2026. Pertemuan tersebut bertujuan menyamakan visi dalam menjaga kondusivitas kota.

Baca Juga: 13 Destinasi Wisata Terbaik di Jawa Timur 2025 Lengkap dengan Harga Tiket Masuk

"Kita ini warga Surabaya, mau suku apa pun, jangan sampai terpecah belah. Kita tidak boleh berbuat semena-mena atau menipu sesama warga Surabaya. Kalau ada yang tidak benar, ayo kita lawan bareng-bareng secara hukum," kata dia.

Editor : Ubaidillah
#pembongkaran rumah nenek surabaya #viral surabaya #viral pembongkaran rumah nenek #eri cahyadi #wali kota surabaya