News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

SPPG Karyasari Jelaskan Video Makan Bergizi Gratis dalam Kantong Plastik

Ubaidillah • Minggu, 11 Januari 2026 | 04:08 WIB
Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Radarbangkalan.id - Sebuah video yang memperlihatkan warga menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan wadah kantong plastik di Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, viral di media sosial.

Video tersebut menuai sorotan karena MBG yang dibagikan berupa makanan siap saji dalam satu kantong plastik.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Baca Juga: Viral MBG Dibagikan Pakai Plastik, SPPG Pandeglang Beri Klarifikasi

Ia menjelaskan kejadian itu berlangsung pada Kamis (8/1/2026), saat SPPG Karyasari menyiapkan menu MBG untuk kelompok penerima manfaat 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Menurut Dimas, distribusi MBG awalnya telah dilakukan sesuai prosedur menggunakan ompreng. Namun, setibanya di lokasi penerima manfaat, salah seorang kader posyandu memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantong plastik.

"Namun setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas," kata dia melalui keterangannya, Sabtu (10/1/2026).

Ia menambahkan, makanan tersebut kemudian dibagikan kepada penerima manfaat, sementara ompreng milik SPPG dibawa kembali oleh sopir dalam kondisi kosong.

Baca Juga: Swiss Stage M7 Mobile Legends 2026 Dimulai, Onic dan Alter Ego Wakili Indonesia

Dimas mengungkapkan, pihak SPPG baru mengetahui kejadian tersebut keesokan harinya, Jumat (9/1/2026), setelah menerima laporan terkait beredarnya potongan video di media sosial yang menunjukkan penyajian MBG menggunakan kantong plastik.

"Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam.

Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi," kata Dimas.

Baca Juga: Penyanyi Dangdut Denada Digugat Anak Kandung, Dituntut Ganti Rugi Miliaran Usai 24 Tahun Ditelantarkan

Ia menegaskan, tindakan tersebut dilakukan tanpa koordinasi dengan pihak SPPG dan tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penyajian MBG.

Klarifikasi Kader Posyandu

Koordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Lusi, turut memberikan klarifikasi atas video yang beredar.

Ia menegaskan kondisi makanan dalam video tersebut tidak dapat disimpulkan sebagai makanan tidak layak konsumsi.

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penghasutan dan Penistaan Agama

"Perlu kami luruskan, bukan seperti yang terlihat di video itu. Kejadiannya sangat spontan, ditambah cuaca saat itu tidak memungkinkan.

Akhirnya makanan kami pindahkan dari ompreng ke plastik semata-mata karena khawatir terkena air hujan," kata Lusi.

Penegasan Badan Gizi Nasional

Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menegaskan bahwa penyajian makanan dalam program MBG wajib mengikuti SOP yang telah ditetapkan.

Penggunaan ompreng sebagai wadah distribusi dinilai penting untuk menjamin keamanan pangan dan kualitas gizi bagi seluruh penerima manfaat.

Dalam video yang viral tersebut, salah satu penerima MBG juga menyampaikan keluhannya terkait penyajian makanan dalam kantong plastik, di mana nasi, ayam, timun, dan buah tercampur menjadi satu.

Baca Juga: Eks Direktur SMA Akui Terima 7.000 Dollar AS dalam Kasus Korupsi Laptop Chromebook

"Maaf ya, bukannya enggak bersyukur, cuman, yah, tuh kayak gini. Masa mau dimakan sama kita, pakai plastik beginian? Kayak buat kucing," kata penerima MBG itu.

Editor : Ubaidillah
#mbg pakai plastik #mbg pakai kantong plastik #Makan Bergizi Gratis #Mbg #badan gizi nasional #BGN