News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Viral Syifa WNI Jadi Tentara AS, Ini Gaji dan Statusnya di Army National Guard

Ubaidillah • Kamis, 22 Januari 2026 | 06:35 WIB
Syifa, WNI asal Tangerang menjadi tentara Amerika Serikat viral di media sosial.(Instagram/bunda_kesidaa)
Syifa, WNI asal Tangerang menjadi tentara Amerika Serikat viral di media sosial.(Instagram/bunda_kesidaa)

RadarBangkalan.id - Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu melepas putrinya di bandara untuk bertugas sebagai tentara Amerika Serikat viral di media sosial. Perempuan tersebut diketahui bernama Syifa, warga negara Indonesia asal Tangerang, Banten.

Syifa kini bergabung sebagai anggota Army National Guard atau Garda Nasional Amerika Serikat. Dalam video yang beredar, ia tampak mengenakan seragam loreng bertuliskan US Army sambil berpamitan dengan keluarganya.

Baca Juga: Viral WNI Jadi Tentara AS, TB Hasanuddin Tegaskan Gabung Militer Asing Langgar Undang-Undang

Penampilan Syifa yang berhijab dengan seragam militer Amerika Serikat pun menarik perhatian warganet Indonesia, termasuk soal gaji dan status hukumnya.

Jalani Training Sebagai Tentara Cadangan

Safitri, ibu Syifa, menjelaskan bahwa putrinya saat ini tengah menjalani proses pelatihan militer yang akan selesai pada Januari 2026.

"Awalnya saya juga takut, saya kira disuruh perang, namun ternyata tidak. Posisi yang diambil anak saya adalah di National Guard, dan bekerja di bagian office," jelas Safitri, dikutip dari Tribunnews pada Rabu (21/1/2026).

Baca Juga: Sosok Farida Nurhan, YouTuber Kuliner yang Sukses Raup Miliaran Rupiah

National Guard merupakan komponen cadangan militer Amerika Serikat yang direkrut oleh masing-masing negara bagian.

Meski begitu, pasukan ini juga dapat dikerahkan dalam skala nasional apabila dibutuhkan.

Meski masih berstatus WNI, Syifa dapat mendaftar karena ia dan keluarganya merupakan pemegang Green Card atau Permanent Resident yang telah menetap di Maryland sejak pertengahan 2023.

Baca Juga: Fajar/Fikri Tantang Leo/Bagas di 16 Besar Indonesia Masters 2026

Salah satu syarat utama menjadi tentara Amerika Serikat adalah memiliki izin tinggal tetap.

Keputusan bergabung diambil setelah Syifa berdiskusi dengan sesama diaspora Indonesia yang telah lebih dulu menjadi tentara di Amerika Serikat.

"Awal ke sini ada tetangga juga dari Indonesia yang juga menjadi army di sini, mereka kemudian memberikan informasi lebih lengkap," ungkap Safitri.

Baca Juga: Janice Tjen Ukir Sejarah di Australian Open 2026, Singkirkan Unggulan Leylah Fernandez

Gaji Tentara Amerika Serikat di National Guard

Berdasarkan informasi dari Tribun Sumsel, sistem gaji tentara Amerika Serikat diatur berdasarkan kepangkatan dan masa kerja. Untuk prajurit pemula seperti Syifa yang baru bergabung sebagai Enlisted (E), gaji mencakup seluruh waktu pelatihan.

Latihan rutin biasanya berlangsung dua hari setiap bulan, ditambah dua minggu Pelatihan Tahunan setiap tahun. Selama masa pelatihan dan tugas aktif, prajurit dibayar sesuai standar Active Duty.

Baca Juga: OTT KPK, Bupati Pati Sudewo Keluar dari Polres Kudus Tengah Malam

Per 20 Januari 2026, rata-rata gaji tahunan anggota Garda Nasional mencapai 35.072 dolar AS atau sekitar Rp605 juta per tahun. Rinciannya setara dengan:

2.922 dolar AS per bulan atau sekitar Rp49,5 juta
674 dolar AS per minggu atau sekitar Rp11,4 juta
16,86 dolar AS per jam atau sekitar Rp285 ribu

Pendapatan tersebut masih bisa meningkat seiring kenaikan pangkat, pendidikan, dan masa bakti.

Peluang Kenaikan Gaji dan Tunjangan

Data ZipRecruiter menunjukkan rentang gaji di Garda Nasional berada di kisaran 30.000 hingga 38.500 dolar AS per tahun. Prajurit dengan kualifikasi tinggi bahkan bisa memperoleh hingga 45.000 dolar AS per tahun.

Baca Juga: KPK OTT di Madiun, Wali Kota Maidi Termasuk 9 Orang Dibawa ke Jakarta

Beberapa faktor penentu kenaikan gaji meliputi spesialisasi militer, lokasi penempatan, dan pengalaman lapangan.

Selain gaji pokok, prajurit Garda Nasional juga berhak atas berbagai tunjangan seperti tunjangan perumahan bagi yang berkeluarga, keringanan pajak, serta pembayaran penuh setiap kali menjalani tugas aktif atau misi khusus.

Baca Juga: Tertipu Rp30 Juta demi Masuk Batik Air, Khairun Nisa Berujung Jadi Pramugari Gadungan

Keluarga Tinggal di Amerika Serikat Sejak 2023

Safitri dan keluarga pindah ke Amerika Serikat sejak pertengahan 2023 setelah memperoleh visa Green Card. Saat ini mereka tinggal di kawasan Kensington, Maryland, wilayah pinggiran Washington DC.

Safitri menyebut putrinya juga berpeluang melanjutkan pendidikan melalui program dari militer Amerika Serikat.

Baca Juga: Fakta Baru Kasus Pelecehan Anak oleh Trainer Gym Semarang, Keluarga Rugi Rp400 Juta

Terkait penampilan berhijab, Safitri memastikan tidak ada kendala.

"Sebelum mendaftar tentu kami juga berdiskusi dengan keluarga dan mencari informasi. Salah satunya dengan penampilan hijab."

"Ternyata memang diperbolehkan, dan ada juga anggota dari negara-negara lain yang mengenakan hijab selain dari Indonesia," ungkap Safitri.

Video pelepasan Syifa di bandara diambil saat ia kembali bertugas usai libur Natal.

Baca Juga: Viral Curhat Guru ASN Pasuruan soal Jarak 57 Km, Berujung Pemecatan

"Jadi anak saya baru saja selesai liburan Natal karena sedang ada camp, dapat cuti dua minggu. Setelah cuti kami antara lagi (ke bandara)," ujar Safitri, Selasa (20/1/2026).

Editor : Ubaidillah
#tangerang #National Guard #tentara #amerika serikat #berita viral #syifa #viral di media sosial