News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Video Asusila LGBT di THM Cirebon Disorot DPRD Jabar, Regulasi Hiburan Dinilai Lemah

Ubaidillah • Minggu, 25 Januari 2026 | 06:25 WIB
Anggota DPRD Provinsi Jabar M Asyrof Abdik SHub Int menilai video pasangan LBGT harus menjadi catatan serius pemerintah daerah.-Samsul Huda-radarcirebon
Anggota DPRD Provinsi Jabar M Asyrof Abdik SHub Int menilai video pasangan LBGT harus menjadi catatan serius pemerintah daerah.-Samsul Huda-radarcirebon

RadarBangkalan.id - Video asusila pasangan sesama jenis yang diduga terjadi di sebuah tempat hiburan malam di wilayah Kabupaten Cirebon menuai reaksi keras dari anggota DPRD Jawa Barat, M Asyrof Abdik SHub Int.

Politisi PKB tersebut menilai peristiwa itu membuka kembali persoalan lemahnya regulasi dan pengawasan pemerintah daerah terhadap aktivitas hiburan malam.

Baca Juga: Viral Pesta LGBT di Cirebon, Aparat Diminta Usut Tuntas

Menurut Asyrof, meskipun kejadian tersebut berada di luar kewenangannya secara langsung, namun tetap harus menjadi catatan serius bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon, baik unsur eksekutif maupun legislatif.

Ia menilai peristiwa yang terjadi secara natural di tempat hiburan tersebut sejatinya dapat dicegah jika sejak awal tersedia regulasi yang jelas dan tegas.

“Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah. Hari ini bukan hanya masyarakat Cirebon yang melihat, tapi masyarakat Jawa Barat secara umum karena videonya sudah viral lebih dulu,” ujar Asyrof, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga: Mbappe Borong Gol, Real Madrid Geser Barcelona dari Puncak Klasemen La Liga

Ia menekankan, ketiadaan aturan spesifik yang mengatur batasan aktivitas hiburan, termasuk fenomena relasi sesama jenis di ruang publik, menjadi pekerjaan rumah bersama.

Asyrof mendorong pemerintah pusat merumuskan regulasi yang lebih tegas agar dapat diturunkan menjadi peraturan daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

“Kita akui memang belum ada aturan yang secara tegas mengatur hal tersebut. Ini PR bersama, agar ke depan ada regulasi yang jelas sehingga bisa dijalankan melalui perda dan tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Warga Tangerang Panik, Sirine Pintu Air Neglasari Tanda Sungai Cisadane Naik

Meski demikian, Asyrof mengingatkan bahwa kebutuhan generasi muda terhadap hiburan tetap harus diakomodasi.

Namun, hiburan tidak boleh melampaui batas nilai, norma, dan syariat, terlebih Cirebon dikenal sebagai daerah yang kaya budaya dan tradisi.

Baca Juga: Selebgram Lula Lahfah Ditemukan Meninggal di Apartemen Jakarta Selatan, Polisi Lakukan Olah TKP

“Cirebon ini sangat kaya budaya. Banyak bentuk hiburan yang lebih atraktif, bermanfaat, dan membawa kemajuan sosial serta budaya.

Kesenian lokal harus dihidupkan kembali agar budaya luar yang tidak sesuai tidak mudah masuk,” ungkapnya.

Baca Juga: Sosok Farida Nurhan, YouTuber Kuliner yang Sukses Raup Miliaran Rupiah

Tokoh NU Soroti Konsep Hiburan Malam

Sementara itu, Ketua MWC NU Kecamatan Kedawung, Abdul Muiz Syaerozie, mengaku prihatin atas munculnya aktivitas hiburan yang dalam perspektif syariat tidak dapat dibenarkan.

Ia menilai hiburan memang dibutuhkan, namun harus tetap berada dalam koridor nilai agama dan budaya lokal.

“Sebagai pengurus NU di tingkat kecamatan, kami merasa prihatin. Hiburan itu perlu, tapi tidak sampai melampaui batas-batas syar’i,” ujarnya.

Muiz juga menyoroti minimnya peran pemerintah dalam menghidupkan alternatif hiburan berbasis seni dan budaya lokal.

Baca Juga: Zul Zivilia Bersyukur Istri Tetap Setia Menanti Selama Jalani Vonis 18 Tahun

Menurutnya, sanggar-sanggar seni seharusnya difasilitasi dan dikembangkan sebagai pilihan hiburan yang sehat dan berkarakter.

Ia mengaku terkejut mendengar kawasan tersebut disebut sebagai area hiburan malam. Hal itu memunculkan pertanyaan besar terkait konsep hiburan yang ingin dikembangkan pemerintah setempat.

“Kami mempertanyakan, hiburan malam seperti apa yang ingin dimunculkan? Apakah justru merusak kultur dan kebudayaan kita sebagai masyarakat timur, atau malah memperkuat karakter kebangsaan?” katanya.

Baca Juga: Xiaomi Resmi Rilis Redmi Note 15 Series di Indonesia, Hadirkan 4 Model Tangguh

Muiz menegaskan, hingga kini pihaknya belum dilibatkan dalam diskusi resmi terkait konsep hiburan di wilayah tersebut.

Ia memastikan akan terus memantau perkembangan dan tidak segan menyampaikan sikap jika orientasi hiburan yang berkembang dinilai melanggar nilai syariat dan budaya.

“Kalau nantinya terbukti orientasinya melampaui batas-batas yang kami yakini, tentu kami akan menyampaikan protes secara terbuka,” tegasnya.

Baca Juga: Viral WNI Jadi Tentara AS, TB Hasanuddin Tegaskan Gabung Militer Asing Langgar Undang-Undang

Editor : Ubaidillah
#lgbt #viral video sesama jenis #anggota dprd jabar asyrof #penguatan budaya lokal