News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Motif Bullying Siswi SMP di Surabaya Diduga Karena Masalah Cowok, Korban Alami Luka dan Depresi

Ubaidillah • Senin, 2 Februari 2026 | 04:32 WIB
Ilustrasi bullying terhadao anak.
Ilustrasi bullying terhadao anak.

RadarBangkalan.id - Motif aksi perundungan atau bullying siswi SMP di Surabaya yang videonya viral di media sosial diduga dipicu persoalan lawan jenis atau cowok. Dugaan tersebut disampaikan pada Minggu (1/2/2026).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati. Ia memastikan korban berinisial CA (13) saat ini sudah mendapatkan pendampingan.

Baca Juga: Viral Video Bullying Anak SMP di Surabaya, Kondisi Psikis Korban Disebut Semakin Trauma

"Satu korbanya, ternyata masalahnya karena cowok," ujar Ida, Minggu (1/2/2026).

Korban perundungan diketahui berinisial CA (13). Sementara terduga pelaku disebutkan berinisial SL (13), DA (12), CPR (13), SPE (14), IR (14), GA (13), dan PR (13).

Ida menjelaskan insiden dalam video yang beredar itu terjadi pada 30 Desember 2025. Setelah mengalami perundungan dari teman-temannya berupa ditoyor, ditampar, hingga dimaki, korban CA mengalami sejumlah luka.

"Akibatnya korban ini mengalami luka benjol di pelipis dan bagian belakang kepala korban," jelas Ida.

Baca Juga: 118 Siswa SMAN 2 Kudus Dirawat Diduga Keracunan MBG, Total Keluhan Capai 600 Orang

Selain luka fisik, Ida memaparkan korban juga mengalami tekanan psikologis. Kondisi CA diketahui mengalami gangguan susah tidur hingga depresi, setelah dilakukan pemeriksaan oleh psikiater.

"Hasil pemeriksaan psikiatris menunjukkan korban mengalami depresi dan memerlukan bantuan medis agar bisa beristirahat dengan baik," jelas Ida.

Kasus ini sebelumnya sempat dimediasi oleh pihak Kelurahan Tambakrejo bersama perangkat RW dan Bimaspol secara kekeluargaan. Namun karena tidak tercapai kesepakatan, orang tua korban memilih menempuh jalur hukum.

Baca Juga: Video Viral Wanita “Sok Imut” Diklaim Punya Versi 35 Menit, Warganet Ramai Cari Link

Ida menyebut keluarga korban telah membuat laporan kepolisian pada 1 Januari 2026 dengan nomor TBL-B/01/I/2026/SPKT/POLSEK SIMOKERTO.

DP3APPKB Kota Surabaya berkomitmen mendampingi seluruh pihak yang terlibat agar mendapatkan penanganan sesuai hukum peradilan anak.

UPTD PPA bersama tim Wahana Visi juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus tersebut.

Baca Juga: Lengkap! Jadwal Malam Nisfu Syakban 2026, Niat Puasa Ayyamul Bidh, Salat, dan Doa Nisfu Syaban

Ida turut mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak menyebarluaskan video dugaan perundungan. Sebab, baik korban maupun terduga pelaku masih berusia di bawah umur.

"Masyarakat diimbau berhenti menyebarkan video yang memperlihatkan wajah mereka demi melindungi masa depan anak-anak tersebut," imbaunya.

Ia juga meminta masyarakat yang melihat atau mengetahui adanya tindakan kekerasan atau perundungan untuk segera menghubungi layanan darurat Command Center 112.

Baca Juga: IHSG Anjlok Dua Hari Beruntun, Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak terkait untuk memastikan perlindungan terbaik bagi anak. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak di Kota Surabaya," pungkasnya.

Editor : Ubaidillah
#siswa smp #surabaya #bullying