News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Video Viral “Cukur Kumis” Ramai Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Link Phishing

Ubaidillah • Kamis, 5 Februari 2026 | 07:05 WIB
Heboh Video “Cukur Kumis” di TikTok, Warganet Diminta Waspada Penipuan Digital.
Heboh Video “Cukur Kumis” di TikTok, Warganet Diminta Waspada Penipuan Digital.

RadarBangkalan.id - Video berjudul “cukur kumis” yang viral di TikTok sejak awal Februari 2026 memicu lonjakan rasa penasaran warganet. Kata kunci terkait video tersebut dilaporkan meningkat tajam di mesin pencari.

Namun, pakar keamanan digital mengingatkan masyarakat agar lebih waspada karena konten serupa kerap dimanfaatkan sebagai jebakan konten tidak pantas hingga penipuan phishing.

Baca Juga: Video Viral “Cukur Kumis” TikTok Bikin Heboh, Warganet Ramai Cari Versi Full

Berdasarkan pemantauan sejumlah platform media sosial pada Rabu (4/2/2026), potongan video yang beredar hanya menampilkan cuplikan singkat kurang dari 15 detik.

Video tersebut memperlihatkan seorang perempuan berkerudung hitam dalam adegan yang sengaja dipotong tanpa konteks jelas, sehingga memicu rasa penasaran publik untuk mencari versi lengkapnya.

Baca Juga: KPK Tangkap Pejabat Bea Cukai, Disita Uang Miliaran dan 3 Kg Logam Mulia

Modus Potongan Video untuk Pancing Klik

Cuplikan singkat itu diduga sengaja diedit agar mendorong pengguna mencari versi “full” melalui tautan yang tersebar di kolom komentar atau platform lain.

Banyak dari tautan tersebut mengarah ke domain mencurigakan yang berpotensi membahayakan perangkat dan data pribadi pengguna.

Kepala Divisi Siber Kominfo Jawa Barat, Ahmad Fauzi, menegaskan fenomena ini sering dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.

Baca Juga: Kode Redeem FF 5 Februari 2026 Terbaru, Klaim Skin dan Emote Gratis

“Kami mendeteksi lonjakan upaya akses ke domain mencurigakan yang mengklaim menyimpan video lengkap. Sebagian besar mengandung malware atau mengarah ke situs dewasa ilegal,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Fenomena Berulang Sejak 2024

Kasus serupa bukan pertama kali terjadi. Sejak 2024, Kominfo tercatat telah memblokir lebih dari 200 ribu tautan dengan modus yang sama.

Judul provokatif seperti “cukur kumis”, “video full”, hingga “link rahasia” kerap digunakan untuk mengeksploitasi rasa penasaran pengguna internet.

Baca Juga: Hari Penuh Peluang, Ini 6 Shio Paling Beruntung pada 5 Februari 2026

Pakar psikologi digital Universitas Padjadjaran, Dr. Siti Nurhaliza, menjelaskan bahwa praktik ini memanfaatkan konsep curiosity gap.

“Celah informasi yang disengaja membuat otak manusia terdorong untuk mencari tahu lebih jauh. Algoritma media sosial memperkuat efek ini dengan mengutamakan konten berinteraksi tinggi,” jelasnya.

Baca Juga: Jetour Indonesia Investigasi SUV Jetour T2 Terbakar Usai Kecelakaan dengan BMW di Tol Jagorawi KM 31

Belum Ada Bukti Konten Eksplisit

Hingga Rabu sore, tim Jabar Ekspres tidak menemukan bukti valid bahwa video asli mengandung konten eksplisit.

Cuplikan yang beredar diduga merupakan hasil editan atau rekayasa konten yang bertujuan meningkatkan jumlah klik semata.

Baca Juga: Cara Daftar SNBP 2026 Online di Portal SNPMB, Lengkap dengan Alur dan Finalisasi

Imbauan Kominfo kepada Masyarakat

Kominfo mengimbau masyarakat agar tidak mengklik tautan tidak resmi atau mengunduh aplikasi pihak ketiga untuk mengakses klaim “video full”.

Masyarakat disarankan melaporkan akun atau konten mencurigakan melalui fitur pelaporan di platform media sosial atau situs aduankonten.id.

Baca Juga: Doa Buka Puasa Nisfu Syaban: Waktu Membaca, Adab Berbuka, dan Keutamaan Mustajab

“Jangan biarkan rasa penasaran mengorbankan keamanan digital Anda. Konten viral tidak selalu berarti nyata,” tegas Ahmad Fauzi.

Editor : Ubaidillah
#video viral #fenomena medsos #kominfo #konten tidak pantas #keamanan digital #tiktok #cyber safety #edukasi digital #hoaks online #clickbait