RadarBangkalan.id - Video amatir yang memperlihatkan aksi penganiayaan terhadap seorang guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, viral di media sosial. Korban diketahui merupakan guru tugas utusan dari salah satu pondok pesantren ternama.
Dalam video yang beredar, korban tampak babak belur setelah dianiaya oleh wali murid bersama anggota keluarganya. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.
Baca Juga: Pria di Tambora Jakbar Viral Diduga Gendong Mayat, Polisi Lakukan Penyelidikan
Rekaman video menunjukkan suasana mencekam di sebuah warung tempat korban dikepung. Sejumlah warga, termasuk ibu-ibu, terlihat menangis histeris menyaksikan penganiayaan yang dilakukan secara bertubi-tubi terhadap guru tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban sedang mengajar di MI Miftahul Adfal. Ketika proses belajar mengajar berlangsung, salah satu murid kedapatan bergurau di dalam kelas. Korban sempat menegur murid tersebut, namun tidak mendapat respons.
Baca Juga: Microsleep Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Artis Diva Mara di Tol Jagorawi
Korban kemudian memberikan teguran fisik ringan menggunakan kayu kecil yang biasa dipakai sebagai alat penunjuk huruf di papan tulis. Namun, murid tersebut melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya dengan versi yang berbeda dari kejadian sebenarnya.
Baca Juga: Timnas U17 Indonesia Vs China, Uji Coba Perdana Jelang Piala Asia U17 2026
Tak berselang lama, saat korban beristirahat di sebuah warung dekat sekolah, ia didatangi oleh orang tua murid berinisial S bersama seorang kerabatnya berinisial HA. Keduanya diketahui datang dengan membawa senjata tajam.
Tanpa banyak bicara, kedua pelaku langsung menyerang korban menggunakan tangan kosong serta sarung penutup senjata tajam. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka lebam serius di sejumlah bagian tubuh, terutama di punggung, pundak, dan leher.
Baca Juga: Al Nassr Kalahkan Al Ittihad 2-0 Tanpa Ronaldo, Sadio Mané Jadi Pahlawan
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melerai dan mengamankan korban agar aksi kekerasan tidak berlanjut lebih fatal.
Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Eko Puji Waluyo, mengatakan bahwa kasus penganiayaan tersebut telah dilaporkan dan saat ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Februari 2026 Cair, Ini Jadwal dan Besaran Dana yang Diterima
"Kasus penganiayaan guru tugas ini sudah ditangani oleh anggota Satreskrim Polres Sampang. Kami sedang melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut," ujar Ipda Eko Puji Waluyo, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga: Waspada Virus Nipah, Bandara Lombok Aktifkan Thermal Scanner dan Health Pass
Kasus ini memicu simpati luas dari warganet serta kalangan pesantren, mengingat korban merupakan santri yang tengah mengabdi sebagai guru tugas.
Saat ini, pihak kepolisian masih memburu para pelaku agar mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Baca Juga: Video Viral Wanita “Sok Imut” Diklaim Punya Versi 35 Menit, Warganet Ramai Cari Link
Editor : Ubaidillah