RadarBangkalan.id - Peredaran tautan bertajuk “Teh Pucuk viral” dan “KKN viral” kembali ramai di media sosial sejak akhir pekan lalu. Istilah tersebut mencuat setelah beredarnya potongan video berdurasi sekitar 1 menit 50 detik yang dikaitkan dengan narasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Baca Juga: Video Viral Teh Pucuk Ramai Dicari, Ini Fakta dan Klarifikasinya
Dalam berbagai unggahan, video itu disebut-sebut berkaitan dengan kegiatan KKN di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Narasi yang beredar bahkan sempat menyeret nama mahasiswa dari Universitas Mataram (Unram).
Namun pihak kampus memastikan informasi tersebut tidak benar dan menegaskan bahwa kabar yang beredar tidak sesuai fakta.
Baca Juga: Video Winda Can Viral di Media Sosial, Warganet Berburu Link Asli
Klarifikasi Resmi Kampus Soal Video “KKN Viral”
Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unram menegaskan bahwa pemeran dalam video yang beredar bukan mahasiswa mereka. Ketua Satgas PPKS Unram, Joko Jumadi, menyampaikan bahwa video tersebut sudah beredar sejak September 2025 dan tidak direkam di wilayah NTB.
Baca Juga: Heboh Video 13 Menit Diduga Mahasiswa KKN Lombok Timur, Polisi Lakukan Penelusuran
“Kami menegaskan bahwa pemeran dalam video tersebut bukan mahasiswa Unram. Kejadiannya juga bukan di NTB,” ujar perwakilan Satgas dalam keterangan yang dikutip dari Tribun Lombok.
Mahasiswi yang sempat dituding juga telah memberikan klarifikasi terbuka dan membantah keterlibatannya. Pihak kampus menyatakan terdapat perbedaan ciri fisik dan suara yang cukup jelas antara sosok dalam video dan mahasiswi yang dimaksud.
Baca Juga: Video Viral Wanita “Sok Imut” Diklaim Punya Versi 35 Menit, Warganet Ramai Cari Link
Asal-usul Istilah “Teh Pucuk Viral”
Istilah “Teh Pucuk viral” muncul karena dalam potongan video terlihat botol minuman yang disebut-sebut sebagai Teh Pucuk. Namun hingga kini tidak ada konfirmasi resmi dari platform video besar maupun pihak perusahaan minuman terkait soal keterkaitan produk tersebut dengan konten yang beredar.
Penggunaan nama produk diduga hanya sebagai judul sensasional untuk menarik perhatian dan meningkatkan jumlah klik di media sosial. Strategi semacam ini kerap digunakan untuk memancing rasa penasaran publik.
Baca Juga: Hari ke-10 Olimpiade Musim Dingin 2026: Panggung Kebangkitan Legenda di Milano & Cortina
Waspadai Risiko Keamanan Digital dan Modus Phishing
Seiring viralnya isu tersebut, berbagai tautan eksternal turut beredar luas melalui grup percakapan dan kolom komentar. Sejumlah tautan tidak mengarah ke platform resmi, melainkan ke situs pihak ketiga yang meminta pengguna melakukan login ulang atau mengunduh file tertentu.
Pakar keamanan siber menilai pola tersebut identik dengan modus phishing, yakni upaya pencurian data pribadi dan kredensial akun. Modus ini sering memanfaatkan isu viral untuk menjebak korban agar memasukkan informasi sensitif.
Baca Juga: Hasil Manchester City vs Salford City 2-0: The Citizens Lolos ke 16 Besar Piala FA
Pengguna disarankan untuk tidak mengklik tautan mencurigakan serta selalu memastikan alamat domain sebelum memasukkan data pribadi. Jika terlanjur mengakses situs yang tidak jelas, segera ganti kata sandi akun penting dan aktifkan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor.
Imbauan Bijak Bermedia Sosial di Tengah Isu Viral
Pihak Unram mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Penyebaran konten tanpa klarifikasi bukan hanya berpotensi merugikan pihak tertentu, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum sesuai peraturan yang berlaku.
Baca Juga: Jadwal Olimpiade Musim Dingin 2026 Hari Ini dan Klasemen Medali Sementara
Fenomena “Teh Pucuk viral” dan “KKN viral” kembali menunjukkan pentingnya literasi digital di era arus informasi yang begitu cepat. Publik diharapkan lebih cermat, kritis, dan bertanggung jawab dalam menyikapi isu yang viral di ruang maya.
Baca Juga: Bank Indonesia Siapkan Rp 8,6 Triliun untuk Penukaran Uang Tahun 2026
Editor : Ubaidillah