News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Viral ! Puskesmas Arosbaya Tolak Rawat Pasien Anak, Ayah Kecewa Curhat di Medsos

Azril Arham • Jumat, 8 Maret 2024 | 00:53 WIB
Ilustrasi Pasien Anak dan Unggahan Status Ayah yang Ditolak di Puskesmas Arosbaya Bangkalan.
Ilustrasi Pasien Anak dan Unggahan Status Ayah yang Ditolak di Puskesmas Arosbaya Bangkalan.

RadarBangkalan.id - Rifki Arifuddin, seorang ayah yang membawa anaknya yang sakit untuk mendapatkan perawatan di Puskesmas Arosbaya, Bangkalan, justru harus menghadapi penolakan yang mengecewakan.

Pada saat itu dini hari sekitar pukul 02.00 - 03.00 WIB, Rifki bersama istri dan anaknya tiba di Puskesmas Arosbaya dengan harapan mendapatkan pertolongan medis.

Namun, harapan mereka pupus ketika mereka langsung ditolak oleh tenaga medis di Puskesmas Arosbaya dengan alasan kamar penuh.

Dalam ungahan di media sosialnya, Rifki Arifuddin menuliskan betapa kecewanya ia dengan pelayanan yang diterima di Puskesmas tersebut.

Ungkapan kekecewaan itu ia sampaikan melalui postingan di akun Facebooknya.

"Anak saya sakit sama istri di bawa ke Puskesmas Arosbaya Bangkalan kira2 antara jam 02.00-03.00 dinihari, blm diperiksa sama seklai langsung di tolak, dengan alasan kamar penuh," demikian ungkap Rifki dalam postingannya di Facebook dari pantauan tim RadarBangkalan.id pada Kamis (7/3/2024).

Rifki bahkan mencoba menghubungi salah satu tenaga medis di Puskesmas tersebut untuk memahami alasan di balik penolakan tersebut.

Namun, jawaban yang diterimanya tetap sama, bahwa kamar penuh dan banyak pasien yang ditolak.

"Lalu kemudian perawatnya mengatakan kalau opname gak bisa, kamar penuh, banyak pasien di tolak," ujar Rifki.

Rifki juga menyampaikan bahwa pasiennya anak kecil yang berusia kurang dari 2 tahun, jawaban dari tenaga medis tersebut mengatakan bahwa sejak tadi memang banyak pasien anak juga ditolak.

 

"Saya sampaikan bak ini pasiennya anak2, lalu perawatnya menjawab ya mas dari tadi banyak pasien termasuk pasien anak2 yang di tolak" lanjut Rifki.

Untuk mencari solusi, Rifki meminta arahan kepada tenaga medis setempat, yang kemudian mengarahkannya ke Puskesmas Tongguh, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan.

Walaupun demikian, Rifki mencoba meminta solusi kepada tenaga medis di Puskesmas Arosbaya untuk setidaknya memeriksa dulu anaknya untuk mendapatkan pertolongan pertama atau memastikan apakah anaknya perlu di opname atau tidak.

"Kalau diperiksa dulu bagaimana, setidaknya bisa diagnosa apakah anak saya di opname atau tidak," papar Rifki.

Tenaga medis di Puskesmas Arosbaya sempat setuju untuk memeriksa anaknya, namun selang beberapa menit tenaga medis tersebut mengatakan tidak bisa memeriksa dengan alasan peralatannya tidak ada.

"Mbaknya jawab iya mas bisa, cmn setelah beberapa menit tiba2 perawatnya langsung bilang gak bisa, alasannya peralatannya tidak ada," ujar Rifki.

Curhat kekecewaan Rifki yang ingin memeriksakan anaknya yang sakit pun mendapat berbagai respon dari warganet.

Banyak yang menyayangkan kejadian tersebut dan memberi tanggapan bahwa pelayanan fasilitas di layanan kesehatan masyarakat harusnya bisa lebih lengkap.

Banyak juga yang beranggapan bahwa pasien BPJS masih dipandang sebelah mata oleh beberapa oknum tenaga medis.

Kisah Rifki ini menunjukkan betapa pentingnya akses terhadap pelayanan kesehatan yang memadai, terutama dalam kondisi darurat seperti ini. ***

Editor : Azril Arham
#puskesmas arosbaya #puskesmas #Ditolak #rawat pasien anak #Tolak #bpjs