News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kenapa PAD Parkir Bangkalan Seret? Ini Penjelasan Dishub

Ina Herdiyana • Jumat, 20 Juni 2025 | 23:41 WIB

 

RAWAN DISALAHGUNAKAN: Seorang jukir sedang mengawal pengguna layanan jasa parkir di ruas Jalan Panglima Sudirman, Bangkalan, Kamis (19/6). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
RAWAN DISALAHGUNAKAN: Seorang jukir sedang mengawal pengguna layanan jasa parkir di ruas Jalan Panglima Sudirman, Bangkalan, Kamis (19/6). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir di Bangkalan hingga Mei 2025 belum menggembirakan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan mencatat baru mengumpulkan Rp 75 juta, jauh dari target tahunan sebesar Rp 600 juta.

Kepala Dishub Bangkalan Akhmad Roniyun Hamid mengakui bahwa capaian tersebut masih sangat rendah.

Baca Juga: DLH Bangkalan Sebut Aksi Penghadangan Truk Sampah Hanya Konten Media Sosial

Dia menyebut salah satu penyebabnya adalah pengalihan pengelolaan parkir di sejumlah titik ke instansi lain.

”Seperti di puskesmas, retribusinya masuk ke Dinas Kesehatan, sementara di pasar dikelola oleh Dinas Koperasi dan Perdagangan. Jadi, tidak semuanya masuk ke kami,” jelasnya.

Roniyun juga menyoroti beberapa kendala teknis yang menghambat optimalisasi PAD dari parkir.

Di antaranya adalah praktik jukir (juru parkir) yang tidak sesuai prosedur seperti tidak memberikan karcis kepada pengguna jasa.

Baca Juga: Satgas Terpadu Bangkalan Resmi Dibentuk, tapi Belum Punya Anggaran

Selain itu, dia menyebut menurunnya pemasukan dari area Stadion Gelora Bangkalan (SGB) sejak pembongkaran kios juga turut berpengaruh.

Sebagai langkah antisipasi kebocoran pendapatan, dishub berencana menempatkan tenaga harian lepas (THL) di sejumlah titik strategis.

Nantinya, satu orang THL akan ditugaskan mengawasi tiga jukir. ”Kami juga akan memberikan pembinaan kepada para jukir yang tidak mengikuti aturan dishub,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman menilai sistem retribusi parkir saat ini masih rentan kebocoran, apalagi dengan sistem manual.

Baca Juga: Siap Jalani Proses Hukum, Kusnadi : Gubernur Jatim Yang Mengeksekusi, Terkait Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim

Dia mendorong dishub meningkatkan pengawasan langsung di lapangan. ”Jumlah petugas Dishub sebenarnya cukup banyak. Mereka seharusnya bisa dilibatkan secara langsung dalam pengelolaan parkir,” sarannya. (za/yan)

Editor : Ina Herdiyana
#dishub #bangkalan #parkir #pad