BANGKALAN – Jalan Kembar Kinialu, Bangkalan, ditutup secara paksa oleh pemilik lahan. Penutupan itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemkab Bangkalan.
Sebab, uang pengganti pembebasan lahan yang kini dibangun jalan raya tersebut belum terbayarkan.
H Moch. Yasin Marsely menceritakan kronologi awal jalan raya yang sering menjadi lalu-lalang kendaraan tersebut.
MenuruT dia, sekitar tahun 2001 tidak ada jalan raya di lokasi tersebut, hanya ada tanggul sungai kecil.
Lalu, dia dihubungi bupati Bangkalan yang saat itu dijabat Muhammad Fatah. Saat itu, Fatah menyampaikan ingin melebarkan sungai dan akan membuat jalan.
”Pemkab saat itu belum punya (uang). Karena itu, mereka berjanji akan membebaskan lahan saya jika sudah punya uang,” ujarnya.
Beberapa tahun kemudian, lanjut dia, dibangunlah jalan yang sekarang dikenal dengan sebutan Kinibalu.
Tanah milik Yasin Marsely waktu itu yang dipakai untuk pelebaran sungai dan jalan sekitar 1 kilometer lebih.
Kemudian pada 2014, ada rencana pelebaran jalan. Dia diundang oleh panitia untuk memberitahukan rencana pelebaran Jalan Kinibalu tersebut.
”Saya hadir dan sudah saya menyampaikan kepada pihak panitia agar tidak hanya menggunakan data perencanaan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bangkalan,” ulasnya.
Dia menjelaskan, dirinya sempat diundang oleh Pemkab Bangkalan untuk membahas soal harga.
Baca Juga: Tak Puas dengan Hasil Banding, Jaksa Langsung Bawa Perkara Pokmas Tambelangan ke Mahkamah Agung
Dia ditawari Rp 400 ribu sampai Rp 600 ribu per meter. Dia menegaskan bahwa tanah miliknya itu adala tanah perumahan, bukan lahan pertanian.
Pajak yang dia bayar ke pemkab juga lebih tinggi, kisaran Rp 1 juta. ”Tidak fair tawaran harga yang disodorkan Pemkab Bangkalan dan persoalan itu diputus berdasarkan versi Pemkab Bangkalan,” katanya.
Kini Jalan Kinibalu ditutup hingga persoalan itu selesai. Berdasarkan pantauan koran ini, jalan tersebut ditumpuki sampah dan tidak bisa dilalui kendaraan.
”Kami akan menutup akses ini sampai pemerintah membayar uang pembebasan lahan kepada kami,” tegasnya.
Sementara itu, Setkab Bangkalan Ismet Effendi belum bisa dimintai keterangan terkait penutupan Jalan Kinibalu tersebut. Sebab, saat dihubungi, yang bersangkutan tidak merespons. (za/yan)
Editor : Ina Herdiyana