Radarbangkalan.id - Kabupaten Bangkalan kembali mencuri perhatian lewat inovasi layanan publik bertajuk “Duwe’ Beres (Beres Sake’ na, Beres KTP Na)”.
Program ini sukses masuk jajaran Finalis Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Jawa Timur 2025 untuk kategori layanan kesehatan.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mewakili Gubernur Jatim, Jumat (12/12/2025) di Surabaya.
Sekretaris Daerah Bangkalan, Ismed Efendi, menerima penghargaan tersebut dan menyebutnya sebagai bukti bahwa pelayanan publik di Bangkalan makin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Duwe’ Beres bukan sekadar layanan kesehatan. Ini solusi nyata bagi warga yang datang ke rumah sakit tanpa identitas. Mereka tetap dilayani, dan pulang sudah pegang KTP,” ujar Ismed.
Program ini lahir dari kolaborasi RSUD Syamrabu dan Disdukcapil Bangkalan sejak 2023.
Gagasan tersebut muncul setelah data tahun 2022 menunjukkan 10,4 persen dari 20 ribu lebih pasien rawat inap tidak memiliki BPJS Kesehatan, mayoritas karena belum punya dokumen kependudukan.
Lewat Duwe’ Beres, pasien yang belum punya KTP tetap mendapat layanan medis penuh.
Sambil dirawat, mereka difasilitasi pengurusan dokumen kependudukan.
Begitu sembuh, mereka tak hanya sehat tapi juga siap mengakses layanan sosial lain seperti BPJS.
“Ini bentuk komitmen kami agar masyarakat tak lagi terhambat urusan administrasi saat butuh layanan dasar,” tambah Ismed.
Pemkab Bangkalan berjanji akan memperluas cakupan program ini agar makin banyak warga terbantu.
Duwe’ Beres dinilai sebagai model layanan publik yang menyentuh langsung persoalan di lapangan, bukan sekadar formalitas.
Editor : Yusron Hidayatullah