Diet IF Bikin Susah BAB? Dokter Gizi Ungkap Penyebab dan Cara Mengatasinya

RadarBangkalan.id - Metode puasa intermiten atau intermittent fasting (IF) dan defisit kalori kerap digunakan untuk menurunkan berat badan. Namun, pola diet yang dilakukan dengan memangkas porsi makan secara berlebihan dapat membuat kebutuhan serat harian tidak terpenuhi sehingga memicu sembelit atau susah buang air besar (BAB).
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa gangguan BAB saat menjalani diet dapat terjadi ketika asupan serat menurun drastis. Kondisi ini berisiko dialami orang yang membatasi makan tanpa memperhatikan kecukupan zat gizi.
Baca Juga: Americano Bisa Bantu Turunkan Berat Badan? Dokter Gizi Ungkap Batas Aman Minumnya
"Sebenarnya serat per hari itu kita butuh 30 sampai 35 gram per hari. Jadi kalau misalnya nggak kita cukupi, misalnya per hari itu kamu defisit kalori sampai terlalu sedikit, apalagi kalau misalnya makan sehari cuma sekali sudah pasti kebutuhan serat kamu itu nggak akan terpenuhi," jelas dr Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (22/10/2026).
"Akhirnya ada gangguan buat buang air besar," tambahnya.
Mengapa Diet Bisa Menyebabkan Sembelit?
Menurut dr Yaze, gangguan pencernaan akibat kekurangan serat tidak selalu langsung terasa pada awal diet. Namun, jika asupan serat terus-menerus tidak mencukupi, feses dapat menjadi lebih keras dan frekuensi BAB berkurang.



