TREN memelihara kucing kian meningkat. Tak hanya di kota besar, warga daerah pun kini ramai memelihara hewan berbulu lembut itu sebagai teman di rumah.
Namun, tak sedikit pemilik kucing yang masih asal-asalan dalam merawat hewan kesayangannya.
Padahal, kucing membutuhkan perhatian khusus agar tetap sehat, lincah, dan tidak mudah terserang penyakit.
Baca Juga: Puskesmas Bangkalan Luncurkan Inovasi Gema Bang Afik dan Si Cecep untuk Perkuat Deteksi Dini PTM
Menurut sejumlah dokter hewan, ada tiga aspek utama yang harus diperhatikan: kebersihan, asupan nutrisi, dan pemantauan kesehatan.
’’Kucing memang terlihat mandiri, tetapi bukan berarti bisa dibiarkan begitu saja. Ada standar perawatan yang wajib dipenuhi. Misalnya, dilakukan vaksinasi,’’ ujar seorang dokter hewan di Bangkalan.
Salah satu poin penting adalah menjaga kebersihan bulu dan tubuh kucing. Meskipun tidak perlu dimandikan terlalu sering, perawatan seperti menyisir bulu, membersihkan telinga, dan memotong kuku perlu dilakukan secara rutin.
’’Kucing yang tidak dirawat, bulunya bisa kusut dan gampang menjadi sarang kutu,’’ lanjutnya.
Baca Juga: 5 Kuliner Khas Bangkalan yang Wajib Dicicipi, Bukan Cuma Sate!
Selain kebersihan, aspek nutrisi juga memegang peranan penting. Banyak pemilik kucing yang masih memberikan makanan seadanya.
Padahal, kucing membutuhkan asupan protein tinggi dan nutrisi seimbang agar pertumbuhan optimal.
’’Jangan sembarangan memberikan makanan manusia. Bisa mengganggu pencernaan kucing,’’ jelasnya.
Di sisi lain, vaksinasi dan pemeriksaan berkala sering kali diabaikan pemilik. Padahal, keduanya merupakan langkah pencegahan penyakit yang paling efektif.
Baca Juga: Manis dan Lembut, Ubi Cilembu Kini Jadi Gaya Hidup Baru Pencinta Healthy Food
’’Vaksin lengkap, cacingan dicegah, vitamin cukup. Itu yang membuat kucing tetap aktif,’’ kata dokter tersebut.
Tak sedikit pula kasus kucing stres akibat lingkungan tidak nyaman. Misalnya, kandang sempit, jarang diajak bermain, atau banyak suara bising di sekitar rumah.
Kucing yang stres biasanya menunjukkan perilaku agresif, hilang nafsu makan, atau sering bersembunyi.
Pemilik perlu menyediakan waktu khusus untuk bermain dengan kucing. Aktivitas sederhana seperti mengejar mainan atau bermain tali dapat meningkatkan kedekatan sekaligus mengurangi potensi stres.
Perawatan kucing memang membutuhkan waktu dan komitmen. Namun, bagi para pencinta kucing, hal itu sebanding dengan kebahagiaan yang diberikan hewan berbulu tersebut.
’’Kucing itu loyal. Kalau dirawat dengan baik, mereka bisa sangat manja dan menyenangkan,’’ ujarnya.
Dengan informasi perawatan yang tepat, pemilik kucing diharapkan semakin sadar bahwa merawat hewan bukan sekadar soal hobi, tetapi juga tanggung jawab.
Seperti kata para pencinta hewan, kucing hanya punya kita—manusia yang merawatnya setiap hari. (*)
Editor : Ina Herdiyana