News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Komisi I DPR Minta Kominfo dan BSSN Cari Pelaku Peretasan PDN

Azril Arham • Senin, 1 Juli 2024 | 22:03 WIB
Ilustrasi Serangan Siber
Ilustrasi Serangan Siber

RadarBangkalan.id - Dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia menghadapi serangan siber yang dilakukan oleh virus ransomware yang berhasil melumpuhkan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS).

Serangan ini menyebabkan 239 layanan instansi terkena dampak, termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbudristek melalui akun Instagram resminya, @ult.kemdikbud, mengungkapkan bahwa 47 domain layanan Kemendikbudristek mengalami gangguan pada sistem PDN.

Beberapa domain yang terdampak antara lain Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), Beasiswa Pendidikan, serta layanan perizinan film, yang saat ini masih tidak dapat diakses.

"Kemendikbudristek telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menangani masalah ini, dan proses pemulihan sedang berlangsung secara bertahap. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, #temanULT," ungkap ULT Kemendikbudristek dalam pernyataannya, dikutip pada Jumat (28/6/2024).

Menyikapi situasi ini, Komisi I DPR RI menggelar rapat dengan Kementerian Kominfo dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada Kamis (27/6/2024) kemarin.

Ketua Komisi I, Meutya Hafidz, mengungkapkan keprihatinan serius terhadap insiden ini karena berdampak signifikan terhadap layanan publik.

Tidak hanya itu, DPR juga menginterogasi Kementerian Kominfo terkait cadangan data dari Kemendikbudristek, khususnya yang terkait dengan data beasiswa dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Meutya Hafidz menanyakan, "Apakah benar bahwa telah ada permintaan cadangan data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait data KIP atau beasiswa?"

Menyambung dari pertanyaan tersebut, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan BSc MM, menjelaskan bahwa Kemendikbudristek telah mengajukan permintaan cadangan data sebanyak enam kali sejak Desember 2023.

Permintaan ini telah dipenuhi sehingga data terkait KIP Kuliah dan Beasiswa dapat dipastikan aman.

"Ada enam permintaan cadangan data sejak 17 Desember tahun lalu yang semuanya telah kami penuhi. Artinya, semua data tercatat dan terlindungi dengan baik," jelasnya.

Kominfo juga mengkonfirmasi bahwa proses cadangan data dilakukan oleh Telkom sebagai vendor penyelenggara PDNS 2 di Surabaya, dan proses restore data untuk Kemendikbudristek sedang berlangsung.

"Pemulihan data untuk Kemendikbud sudah kami lakukan, jadi data mereka sudah masuk dalam proses restore dan cadangan data untuk Kemendikbud sudah tercatat dalam catatan kami," tambah pihak Telkom.

Menanggapi isu terkait, Humas Kemendikbudristek menyatakan bahwa informasi terbaru mengenai pemulihan layanan KIP Kuliah dan beasiswa lainnya yang terdampak masih dalam pembahasan di tingkat pimpinan.

Sementara proses pemulihan PDNS oleh Kemenkominfo berlangsung, layanan dari Kemendikbudristek dialihkan melalui Unit Layanan Terpadu (ULT), yang dapat diakses melalui berbagai platform seperti Instagram @ult.kemdikbud, Call Center 177, Email, dan Live Chat di laman resmi https://ult.kemdikbud.go.id/.

Masyarakat juga dapat langsung mengunjungi ruang Call Center di Gedung C Kompleks Kemendikbudristek, Jakarta.

Plh Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbudristek, Anang Ristanto, menjelaskan bahwa melalui Call Center ULT Kemendikbudristek, masyarakat dapat mengajukan aduan, aspirasi, atau meminta informasi terkait layanan dan program yang ada di Kemendikbudristek, seperti tunjangan sertifikasi guru, Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Nomor Registrasi Guru (NRG), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), dan program Kurikulum Merdeka.

Beberapa situs Kemendikbudristek yang terdampak serangan ransomware PDNS dan belum bisa diakses antara lain:

- https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/

- https://beasiswa.kemdikbud.go.id/

- https://formulir.kemdikbud.go.id/

- https://perizinanfilm.kemdikbud.go.id/

- https://inspirasidikti.kemdibud.go.id/

- Serta beberapa website Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti)

Penghentian akses ini disebabkan oleh serangan ransomware lockit 3.0 yang dilakukan oleh para peretas terhadap server PDN, dimulai sejak Kamis, 20 Juni 2024.

Kemendikbudristek terus berkoordinasi dengan Kemenkominfo untuk mengatasi masalah ini, dan beberapa layanan seperti Itjen, kebugaran Pusmendik, dan layanan DNS Pusdatin Kemendikbudristek telah berhasil dipulihkan. ***

 

Editor : Azril Arham
#peretasan #kominfo #kip #bssn #komisi i dpr #beasiswa #dpr #PDN