Radarbangkalan.id - Deputi III Kepala Staf Presiden (KSP), Edy Priyono, meminta pemerintah daerah menjual Minyakita sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
Bahkan, ia berharap harga minyak goreng bersubsidi tersebut bisa lebih murah dari HET yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
Baca Juga: Pendaftaran Rekrutmen Bersama BUMN 2025 Dibuka hingga 16 Maret
Menurut Edy, harga Minyakita memang mulai mengalami penurunan dalam beberapa minggu terakhir. Namun, saat ini masih berada di kisaran Rp17.200 per liter, atau hampir 10 persen lebih tinggi dari HET.
"Sehingga akan sangat baik jika lebih banyak daerah yang menjual Minyakita sesuai HET atau lebih murah," ujarnya, Kamis (6/3/2025).
Edy menegaskan bahwa semakin banyak daerah yang menerapkan harga sesuai HET, masyarakat akan semakin diuntungkan karena bisa mendapatkan Minyakita dengan harga yang seharusnya.
Saat ini, beberapa daerah sudah mulai menjual Minyakita sesuai HET atau bahkan lebih rendah. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah untuk menekan harga minyak bersubsidi tersebut.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memotong rantai distribusi yang dinilai masih terlalu panjang.
Baca Juga: Kerugian Negara Rp 11,7 Triliun, Skandal Korupsi LPEI Seret Lima Tersangka
"Saya berharap stabilitas harga bisa segera tercapai agar masyarakat dapat membeli minyak goreng dengan harga terjangkau," ujarnya.
Editor : Ubaidillah