News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Awal Puasa Ramadan 2026 Serentak atau Berbeda? Ini Data Hisab BMKG dan Kemenag

Ubaidillah • Selasa, 17 Februari 2026 | 07:23 WIB
Ilustrasi bulan baru. Hasil hisab hilal pada 17 Februari 2026 dari BMKG dan Kementerian Agama (Sumber: Envato/wirestock)
Ilustrasi bulan baru. Hasil hisab hilal pada 17 Februari 2026 dari BMKG dan Kementerian Agama (Sumber: Envato/wirestock)

RadarBangkalan.id - Penentuan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadan 2026 kembali menjadi perhatian publik. Masyarakat menanti kepastian apakah awal puasa akan berlangsung serentak atau terdapat perbedaan penetapan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H Digelar 17 Februari 2026, Ini Tahapannya

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia masih akan menggelar sidang isbat pada Selasa, 17 Februari 2026 untuk menentukan awal Ramadan secara resmi.

Lalu, apakah awal puasa Ramadan 2026 akan sama atau berbeda?

Baca Juga: Kapan Puasa Ramadan 2026? Ini Jadwal Sidang Isbat dan Perkiraannya

Data Hisab Hilal Versi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Hisab merupakan metode perhitungan matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam kalender Hijriah. Sementara hilal adalah bulan sabit muda yang muncul pertama kali setelah ijtimak (konjungsi) dan menjadi penanda awal bulan Hijriah.

Baca Juga: Pecah Rekor! Elana Meyers Taylor Jadi Atlet Wanita AS Tersukses di Olimpiade Musim Dingin

Penentuan awal Ramadan 1447 H mengacu pada kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni:

Jika parameter tersebut terpenuhi, maka 1 Ramadan dapat ditetapkan keesokan harinya.

Kondisi Hilal Selasa, 17 Februari 2026

BMKG menyatakan bahwa saat Matahari terbenam pada 17 Februari 2026, tinggi hilal masih berada di bawah ufuk, yakni:

Elongasi geosentris berkisar antara 0,94 derajat hingga 1,89 derajat. Umur bulan tercatat antara -3,07 jam hingga -0,16 jam dengan lag minus 8,27 menit sampai minus 3,11 menit.

Baca Juga: 35 Ucapan Imlek 2026 Penuh Makna untuk Keluarga, Sahabat, dan Rekan Kerja

Fraksi iluminasi bulan pun sangat kecil, hanya sekitar 0,01 persen hingga 0,05 persen.

Data ini menunjukkan bahwa hilal belum memenuhi kriteria MABIMS pada 17 Februari 2026.

Kondisi Hilal Rabu, 18 Februari 2026

Pada 18 Februari 2026, tinggi hilal diperkirakan sudah berada di atas ufuk dengan kisaran:

Elongasi geosentris berkisar antara 10,7 derajat hingga 12,21 derajat. Umur bulan mencapai 20,92 jam hingga 23,84 jam, dengan lag antara 34,99 menit hingga 45,17 menit.

Baca Juga: Jadwal Olimpiade Musim Dingin 2026 Hari Ini dan Klasemen Medali Sementara

Fraksi iluminasi bulan berada pada kisaran 0,74 persen hingga 0,98 persen.

Secara hisab, parameter ini telah melampaui kriteria MABIMS. Dengan demikian, secara perhitungan astronomis, awal puasa Ramadan 2026 berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Namun, BMKG menegaskan bahwa keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.

Baca Juga: Libur Panjang Imlek 2026, Ini Rincian Tanggal dan Aturan Cuti Bersama


Data Hisab Kemenag: Ijtimak Terjadi 17 Februari 2026

Berdasarkan perhitungan hisab Kementerian Agama, ijtimak menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB.

Baca Juga: Arsenal Vs Wigan 4-0 di FA Cup 2025-2026: Noni Madueke Puji Performa Tim

Saat matahari terbenam pada hari tersebut, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk, dengan ketinggian antara:

Sudut elongasi berada pada kisaran 0° 56 menit 23 detik hingga 1° 53 menit 36 detik.

Data ini menunjukkan bahwa secara teori hilal belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS.

Untuk melengkapi data hisab, Kementerian Agama melaksanakan rukyatulhilal di 96 lokasi di seluruh Indonesia. Pengamatan dilakukan oleh Kantor Wilayah Kemenag provinsi dan kabupaten/kota bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam, serta instansi terkait lainnya.

Baca Juga: CEO Take-Two Bantah Penggunaan AI untuk Konten Utama GTA VI

Hasil rukyat tersebut akan menjadi bahan utama pembahasan dalam sidang isbat.


Kapan 1 Ramadan 1447 H Ditetapkan?

Berdasarkan data hisab BMKG dan Kemenag, hilal pada 17 Februari 2026 belum memenuhi kriteria MABIMS. Jika tidak ada laporan rukyat yang valid, maka besar kemungkinan 1 Ramadan 1447 H versi pemerintah akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Baca Juga: Video Viral Teh Pucuk Ramai Dicari, Ini Fakta dan Klarifikasinya

Meski demikian, kepastian awal puasa Ramadan 2026 tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah setelah mempertimbangkan data hisab dan laporan rukyat dari seluruh Indonesia.

Editor : Ubaidillah
#bmkg #Sidang Isbat 2026 #hisab hilal #1 Ramadan 1447 Hijriah #Awal puasa Ramadan 2026 #kementerian agama