
RadarBangkalan.id - Jepang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa besar setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah utara negara tersebut pada Senin (20/4/2026). Pemerintah melalui otoritas terkait mengimbau warga untuk bersiap menghadapi kemungkinan gempa susulan yang lebih kuat.
Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), risiko terjadinya gempa besar saat ini lebih tinggi dibandingkan kondisi normal. Peringatan ini dikeluarkan menyusul aktivitas seismik signifikan yang terjadi di kawasan tersebut.
Baca Juga: Bali United Comeback dan Hajar Malut United 4-1, Goppel Tutup Pesta Gol
Gempa berkekuatan 7,7 terjadi di perairan Pasifik, tepatnya di lepas pantai Prefektur Iwate pada pukul 16.53 waktu setempat. Kekuatan gempa sebelumnya sempat direvisi beberapa kali, dari 7,4 hingga akhirnya ditetapkan pada 7,7.
Guncangan kuat dari gempa tersebut bahkan terasa hingga ke Tokyo, meskipun jaraknya ratusan kilometer dari pusat gempa. Otoritas juga sempat mengeluarkan peringatan tsunami di sejumlah wilayah terdampak.
Baca Juga: Derby Merseyside Memanas! Liverpool Bungkam Everton 2-1 Lewat Gol Akhir Van Dijk
Sejauh ini, pemerintah Jepang belum melaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan besar akibat gempa tersebut. Kepala Sekretaris Kabinet, Minoru Kihara, menyatakan bahwa belum ada dampak signifikan yang teridentifikasi.
Meski begitu, pemerintah menegaskan pentingnya kesiapsiagaan individu dalam menghadapi potensi bencana lanjutan. Warga diminta tetap waspada dan mempersiapkan langkah mitigasi secara mandiri.



