News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Iran Serang Pangkalan Militer AS di Qatar, Bahrain, Kuwait, dan UEA

Ubaidillah • Minggu, 1 Maret 2026 | 06:45 WIB

Tangkapan layar dari situasi di Iran setelah serangan Israel ke Teheran pada Sabtu (28/2/2026). (AFP)
Tangkapan layar dari situasi di Iran setelah serangan Israel ke Teheran pada Sabtu (28/2/2026). (AFP)

RadarBangkalan.id - Ketegangan di kawasan Teluk meningkat tajam setelah Iran menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah, Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut menyasar pasukan AS yang berada di Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Baca Juga: 5 Alasan Serangan Israel dan AS ke Iran, Dampak Geopolitik Bisa Mengguncang Dunia

Bahrain mengonfirmasi bahwa markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di negara tersebut menjadi sasaran serangan rudal. Dalam pernyataan resmi Pusat Komunikasi Nasional Bahrain disebutkan bahwa pusat layanan Armada Kelima menjadi target dan rincian lebih lanjut akan disampaikan kemudian.

Baca Juga: Leeds vs Man City Disetop untuk Buka Puasa, Suporter The Whites Soraki Laga

Armada Kelima AS memang bermarkas di Bahrain dan menjadi salah satu instalasi militer utama Washington di kawasan Teluk.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan rudal Iran yang mengarah ke wilayahnya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Patriot. Meski demikian, ledakan tetap terdengar di ibu kota Doha tak lama setelah pernyataan tersebut.

Baca Juga: Pesta Gol di Anfield! Liverpool Tumbangkan West Ham 5-2

Laporan koresponden AFP menyebutkan ledakan juga terdengar di Kuwait dan Abu Dhabi, UEA. Abu Dhabi diketahui menjadi lokasi pangkalan militer yang menampung personel Amerika Serikat.

Sebagai langkah antisipasi, Qatar, Kuwait, dan UEA menutup wilayah udara mereka. UEA bahkan sebelumnya telah menutup sebagian ruang udara sebagai tindakan pencegahan luar biasa.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Melempem dari Titik Putih, Al Nassr Bungkam Al Feiha 3-1

Iran Klaim Serangan Balasan ke Israel

Sebelumnya, Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi telah meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel sebagai balasan atas serangan gabungan AS-Israel. Teheran juga menegaskan akan terus membalas setiap serangan yang ditujukan kepada mereka.

Baca Juga: Kejutan! Wolves Tumbangkan Aston Villa 2-0 Meski Kalah Statistik

Baca Juga: Viral Video Ukhti Mukena Pink Tanpa Sensor, Publik Dibuat Penasaran

Serangan Israel ke Sejumlah Kota Iran

Pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat, sejumlah rudal Israel menghantam berbagai titik di Iran. Di Teheran, ledakan dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Universitas dan Jomhouri.

Baca Juga: Viral Video Ukhti Mukena Pink Tanpa Sensor, Publik Dibuat Penasaran

Laporan Al Jazeera menyebutkan rudal terlihat melintas di atas ibu kota sebelum ledakan terdengar di beberapa lokasi. Selain Teheran, ledakan juga terjadi di Isfahan serta kota-kota lain.

Berdasarkan infografis Al Jazeera, serangan turut menyasar Tabriz, Karaj, Kermanshah, Qom, Ilam, dan Provinsi Lorestan, sehingga total terdapat tujuh kota yang menjadi target.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa negaranya meluncurkan serangan pendahuluan terhadap Iran guna menghilangkan ancaman terhadap Israel.

Baca Juga: Marc Marquez Nyaman dengan Ducati, Finis Kedua di Practice MotoGP Thailand 2026

Kepulan asap terlihat membubung dari sejumlah titik di pusat kota Teheran setelah serangan terjadi.

Trump Targetkan Militer dan Pemerintahan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa tujuan serangan terhadap Iran adalah menghancurkan kekuatan militer dan menggulingkan pemerintahan yang berkuasa sejak Revolusi 1979.

Baca Juga: Persib Bandung Hajar Madura United 5-0, Makin Kokoh di Puncak Klasemen

Dalam pernyataannya melalui platform Truth Social, Trump menyebut sasaran utama operasi militer adalah fasilitas rudal dan angkatan laut Iran.

Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menghancurkan kemampuan rudal Iran serta melumpuhkan angkatan lautnya.

Eskalasi konflik ini memicu kekhawatiran akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah, terutama karena melibatkan negara-negara Teluk yang menjadi pusat energi dan perdagangan global. Situasi di lapangan masih berkembang dengan ketegangan yang terus meningkat.

Editor : Ubaidillah
#pangkalan AS di Timur Tengah #amerika serikat #Perang Israel Iran #iran #Israel