RadarBangkalan.id - Pelatih Brighton & Hove Albion, Fabien Huerzeler, meluapkan kemarahan usai timnya kalah 0-1 dari Arsenal pada pekan ke-29 Premier League, Kamis (5/3/2026) dini hari WIB.
Laga yang berlangsung di Stadion Amex itu ditentukan oleh gol Bukayo Saka. Tembakan Saka sempat memantul mengenai Carlos Baleba sebelum akhirnya mengecoh kiper tuan rumah dan bersarang di gawang Brighton.
Baca Juga: Kebakaran Paduppa Resort Bira, Dua Karyawan Tewas Terjebak Api
Arsenal Menang Efisien
Setelah unggul, Arsenal lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik. Brighton terus menekan dan memaksa kiper David Raya bekerja keras.
Arsenal bahkan baru mencatatkan tembakan tepat sasaran kedua setelah gol Saka melalui peluang Kai Havertz pada menit ke-87.
Meski demikian, tiga poin tetap menjadi milik The Gunners. Kemenangan ini membuat Arsenal memperlebar jarak di puncak klasemen menjadi tujuh poin atas Manchester City, yang masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit.
Baca Juga: Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Entry-Level Terbaru Apple
Huerzeler Kritik Taktik Arsenal
Usai pertandingan, Huerzeler secara terbuka mengkritik cara bermain Arsenal yang menurutnya terlalu banyak membuang waktu.
“Hanya ada satu tim yang berusaha bermain sepak bola hari ini,” ujar Huerzeler dalam konferensi pers.
Ia bahkan mempertanyakan keputusan wasit yang dinilai membiarkan tindakan tersebut.
Baca Juga: IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Ungkap Dampak Eskalasi Konflik Timur Tengah
“Saya tanya satu hal, pernahkah Anda melihat dalam suatu laga Premier League di mana kiper duduk tiga kali?” katanya, merujuk pada momen ketika pemain Arsenal dinilai mengulur waktu.
Menurutnya, otoritas liga harus mengevaluasi aturan agar situasi seperti itu tidak terus terjadi.
Baca Juga: Liverpool Tumbang 1-2 dari Wolves, Mohamed Salah Sempat Samakan Skor
“Premier League harus melihat ulang peraturan mereka. Saat ini saya pikir mereka memiliki peraturan sendiri,” lanjutnya.
Huerzeler juga menyebut Arsenal tampak melakukan segala cara demi menjaga posisi di puncak klasemen.
Baca Juga: Barcelona Menang 3-0 atas Atletico Madrid, Gagal ke Final Copa del Rey 2025/2026
“Mereka tak akan peduli caranya jika menjadi juara Premier League. Kalian bisa lihat mereka melakukan segalanya untuk menjadi juara,” ujarnya.
Meski kecewa, pelatih asal Jerman itu menegaskan dirinya tidak akan menerapkan pendekatan serupa.
“Saya tak akan menjadi tipe manajer yang akan bermain seperti itu,” tegas Huerzeler.
Baca Juga: Pesta Gol di Anfield! Liverpool Tumbangkan West Ham 5-2
Kekalahan ini membuat Brighton gagal mendekati zona Eropa, sementara Arsenal semakin mantap dalam perburuan gelar Liga Inggris musim 2025-2026.
Editor : Ubaidillah