
RadarBangkalan.id - Menjelang akhir bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, jagat maya dihebohkan dengan perburuan link video “Kebaya Hitam” yang viral di X. Alih-alih fokus pada ibadah dan persiapan Lebaran, sebagian pengguna internet justru sibuk mencari tautan yang belum tentu aman tersebut.
Fenomena ini memicu lonjakan pencarian yang signifikan. Namun di balik rasa penasaran, terdapat berbagai ancaman serius yang mengintai para pengguna yang tidak waspada.
Ancaman Malware dan Phishing Mengintai
Para ahli keamanan siber mengingatkan bahwa banyak link dengan label “viral” sebenarnya merupakan jebakan. Salah satu risiko utama adalah Phishing, di mana pengguna diarahkan ke situs palsu untuk mencuri data login seperti akun media sosial atau email.
Selain itu, terdapat pula ancaman Malware yang bisa masuk ke perangkat melalui file berbahaya. Biasanya file ini dikemas dalam bentuk aplikasi palsu yang tampak meyakinkan.
Risiko Pembobolan Rekening dan Ransomware
Ancaman lain yang tak kalah berbahaya adalah pencurian data finansial. Beberapa tautan berpotensi mengunduh aplikasi yang mampu mencuri kode OTP, sehingga membuka peluang pembobolan m-banking atau dompet digital.
Tak hanya itu, serangan Ransomware juga menjadi risiko nyata. Perangkat yang terinfeksi dapat terkunci, dan pengguna dipaksa membayar tebusan untuk mendapatkan kembali akses data.
Ancaman Hukum Sesuai UU ITE
Selain bahaya siber, pengguna juga perlu memahami risiko hukum. Berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, menyebarkan konten yang melanggar kesusilaan dapat berujung pada hukuman pidana.
