News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ribuan Petani Tak Terinput di Sistem E-RDKK dan Terancam Tidak Mendapat Pupuk Bersubsidi 2024

Abdul Basri • Rabu, 6 Desember 2023 | 06:18 WIB

 

TERIK: Petani hendak pulang dari sawah di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan. (AYU LATIFAH/JPRM)
TERIK: Petani hendak pulang dari sawah di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan. (AYU LATIFAH/JPRM)
 

BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Puluhan ribu petani di Kabupaten Bangkalan terancam tidak mendapat alokasi pupuk bersubsidi.

Karena tidak terinventarisasi di sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK) pupuk bersubsidi 2024.

Sub Koordinator Pupuk, Pestisida, dan Alsintan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Bangkalan Rudi Hariyanto menyampaikan, setiap tahun lembaganya mendata penerima pupuk bersubisdi.

Pendataannya dilakukan melalui sistem e-RDKK pupuk bersubsidi 2024. ”Pengimputan jumlah petani masih terus berjalan,” katanya Senin (4/12).

Penginputan dilakukan berdasarkan usulan kelompok tani (poktan) yang dibantu penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Batas akhir penginputan di sistem e-RDDK paling lambat Selasa (5/12).

Namun, dari 140.000 petani yang ada di Kota Salak, baru 106.846 petani yang terinput di e-RDKK. Dengan demikian, terdapat 33.154 petani yang belum masuk e-RDKK.

”Pengimputan ini dilakukan untuk penyempurnaan data petani yang tergabung di poktan. Ini didata ulang,” tambahnya.

Rudi mengakui, tidak semua petani akan terinput di e-RKK. Sebab, data jumlah petani yang ada di lembaganya tidak valid.

Sebab, datanya bermalasah dari aspek administrasi dan tidak layak mendapatkan pupuk bersubsidi.

Misalnya, sudah meninggal, memiliki NIK ganda tetapi belum dihapus.

”Data bermasalah itu belum dilaporkan. Jadi, kami sempurnakan supaya bisa tepat sasaran,” terangnya.

Data yang sudah masuk e-RDKK akan menjadi acuan lembaganya dalam pengusulan kebutuhan pupuk bersubsidi 2024.

Karena itu, PPL diperintahkan segera melakukan penginputan. Dengan demikian, tidak ada petani yang kebingungan karena tidak mendapatkan pupuk bersubsidi di 2024.

”Saya sudah mengimbau untuk segera diselesaikan. Takut dikomplain, kalau sudah ditutup tidak akan dapat tahun depan,” ucapnya.

Sementara PPL Kecamatan Geger Supriyadi menyampaikan, jumlah poktan di Kecamatan Geger terus bertambah.

Dari 74, kini bertambah menjadi 94 poktan. Total petani yang tergabung dalam puluhan poktan itu mencapai 13.000 petani. Saat ini sudah ada sekitar 8.500 petani yang dinput di e-RDKK.

”Sedang proses karena memang kendalanya di lapangan sistem lamban dan pemberkasan dari petani masih memperbaiki administrasi.

Insyaallah saya maksimalkan untuk bisa diselesaikan,” ucapnya. ***

 

Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Abdul Basri
#ppl #pupuk bersubsidi #E-RDKK #petani