News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kasus Penyakit Menular Meningkat, Ratusan Penderita TBC Belum Diobati

Abdul Basri • Sabtu, 9 Desember 2023 | 13:10 WIB
Kasus Penyakit Menular Meningkat, Ratusan Penderita TBC Belum Diobati. (Dok. Jawapos)
Kasus Penyakit Menular Meningkat, Ratusan Penderita TBC Belum Diobati. (Dok. Jawapos)

RadarBangkalan.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menarget penderita tuberkolosis (TBC) 2030 tereliminasi.

Pemerintah berupaya dengan melakukan pengobatan pada sasaran dan target penderita TBC. Sementara ratusan penderita lainnya belum diobati.

Fungsional Entomolog Ahli Muda Dinkes Bangkalan Mariamah menyampaikan, semua penyakit 2030 memang ditarget musnah. Namun, sekelas TBC dan HIV sulit.

Sebab, banyak faktor yang memicu penyakit tersebut. ”Kecuali bisa diminimalkan dari tahun ke tahun,” katanya.

Berdasarkan target Kemenkes, sasaran 2023 yang terindikasi tertular TBC ada 10.245 orang dan terjaring suspek 10.317 orang.

Sedangkan target yang telah diagnosis TBC 2.330 orang yang harus diobati. ”Sebanyak 2.330 orang ini harus ditemukan untuk bisa kami obati,” ungkapnya.

Dari target tersebut, pihaknya hanya mampu merealisasikan 61 persen.

Atau baru ditemukan 1.423 orang yang diobati. Sementara 907 orang belum dilakukan pengobatan atau belum ditemukan.

”Sementara memang baru 61 persen, sisanya masih kita sasar,” terangnya.

Tidak tercapainya target tersebut karena para petugas masih belum maksimal melakukan investigasi kontak.

Saat ini banyak kegiatan di puskesmas dan keterbatasan anggaran karena tahun ini sibuk akreditasi.

Alasan lain, belum tercapainya target penyembuhan penderita TBC karena minimnya laporan lini kesehatan swasta.

Padahal, secara kewajiban mereka wajib melaporkan. ”Dari klinik swasta juga belum ada yang melaporkan. Namun, upaya terapi pencegahan tuberkolis (TPT) akan dimaksimalkam,” janjinya.

Pencegahan terhadap penyakit menular dan tidak menular juga menjadi atensi Dinkes KB Sampang.

Sejauh ini, organisasi perangkat daerah (OPD) ini lebih memprioritaskan penanganan penyakit menular. Sebab, grafiknya meningkat setiap tahun.

Kepala Dinkes KB Sampang Abdullah Najich mengatakan, prioritas penanganan penyakit menular saat ini masih tertuju pada penyakit HIV/AIDS, tuberkulosis, demam berdarah, dan kusta.

Selain itu, penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. Di antaranya, polio, campak, difteri, pertusis, hepatitis B, dan tetanus.

”Kami minta agar puskesmas lebih maksimal melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit menular termasuk yang tidak menular,” pintanya.

Penanganan penyakit menular menjadi prioritas karena angka kasusnya mengalami peningkatan. Dia mencontohkan kasus TBC. 

Pada 2022, ada 10.435 kasus. Temuan kasus TBC pada 2022 mengalami peningkatan dibandingkan dengan kasus 2021 yang berkisar 4.164 kasus.

”Kami tidak bisa bergerak sendiri untuk mencari solusi dalam pengendalian penyakit,” paparnya.

Dinkes KB Sampang juga memperhatikan pencegahan dan pengendilan penyakit tidak  menular.

Sedikitnya, terdapat empat penyakit yang mendapat perhatian khusus karena angka kasusnya cukup tinggi.

Yakni, kardiovaskular, kanker, diabetes, dan penyakit pernapasan kronis. (ay/bil/luq)

Editor : Abdul Basri
#kemenkes #penyakit #Dinkes Bangkalan #penderita #tbc