News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Belum Bisa Hemat Biaya PJU, Dishub Bangkalan Masih Gunakan Sistem Konvensional

Abdul Basri • Jumat, 29 Desember 2023 | 13:34 WIB

 

LENGANG: Pengendara motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Bangkalan. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
LENGANG: Pengendara motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Bangkalan. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

RadarBangkalan.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan hingga saat ini belum mampu menghemat anggaran biaya penerangan jalan umum (PJU).

Sebab, ribuan PJU yang terfasilitasi masih sistem konvensional. Sementara yang menerapkan PJU tata surya (PJUTS) belum ada.

Kabid Prasarana Dishub Bangkalan Nasrul Fauzi menyampaikan, sebaran PJU di Bangkalan mencapai 4.500 lebih.

Yakni, dengan sistem penerangan secara konvensional yang sudah MoU dengan pihak PLN. Sedangkan penerangan dengan sumber tata surya belum ada.

”Belum menerapkan, cuma tahun lalu ada tiga kecamatan yang mendapatkan bantuan dari Kementerian ESDM,” katanya Kamis (28/12).

Bantuan dari program tersebut tidak berlanjut. Hanya 2022 yang tersebar di 45 titik. Sistem penyalurannya langsung diserahkan kepada kelompok masyarakat (pokmas).

”Waktu itu kami hanya mengetahui program tersebut. Tidak tahu bagaimana mekanisme pengajuannya,” terangnya.

Penggunaan PJUTS memang dinilai lebih efisien. Selain mampu menghemat biaya pengeluaran perawatan yang berskala, sistem lampu tata surya ini lebih tahan lama.

”Dulu kami pernah punya di tiga titik, cuma seminggu kemudian hilang,” ujarnya.

Biasanya, perawatan PJU konvensional membutuhkan waktu setiap hari.

Baca Juga: Warga Batam Harus Waspada, Calo Joki IMEI Incar KTP untuk Keuntungan Pribadi

Dengan alokasi anggaran perawatan pergantian sparepart Rp 130 juta satu tahun.

”Memang kita sekali ganti itu harus satu sparepart dan itu hampir setiap hari,” ucap pria yang akrab dipanggil Nanung itu.

Menurut dia, dua lampu tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan. Sebab, harga satu lampu PJUTS senilai Rp 20 juta.

Sedangkan perawatan berkalanya akan terasa di usia tiga tahun ke belakang.

”Perawatannya memang hanya mengganti baterai. Cuma untuk penempatannya harus sesuai dengan geografis yang ada dan tidak rimbun dengan pohon.

Sedangkan Bangkalan rata-rata berdampingan dengan pohon,” pungkasnya. (ay/onk)

Editor : Abdul Basri
#dishub #bangkalan #Konvensional #pju