Radarbangkalan.id – Polemik rencana penyambutan kepulangan Valen, runner-up Dangdut Academy 7 (DA7), ke Pamekasan pada 1 Januari 2026 masih terus bergulir.
Hingga kini, belum ada kepastian final terkait konsep acara yang sempat dirancang oleh panitia bentukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya para penggemar Valen, atas simpang siurnya informasi yang berkembang.
“Saya hanya bisa menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, terutama pecinta Valen, karena sampai saat ini semuanya masih pasang surut. Belum ada kepastian terakhir,” ujarnya dikutip dari Kabarmadura.id, Rabu (31/12/2025).
Sebelumnya, pemerintah daerah menegaskan tidak melarang penyambutan Valen, namun meminta seluruh rangkaian kegiatan mematuhi kesepakatan bersama ulama dan tokoh masyarakat.
Acara diarahkan agar bernuansa religius, tertib, dan tidak menimbulkan euforia berlebihan.
Bahkan sejumlah ketentuan telah dibahas, mulai dari lokasi acara, penggunaan alat musik, hingga pemisahan penonton laki-laki dan perempuan sesuai 11 poin rekomendasi MUI.
Namun, dinamika baru muncul. Bupati Kholil mengungkapkan adanya perubahan sikap dari pihak keluarga Valen yang memilih menarik diri dari rencana panitia Pemkab.
“Ada rencana dari keluarga Valen yang menarik diri dari perencanaan panitia pemkab, sehingga berencana mencari sponsor yang lain,” ungkapnya.
Meski demikian, Bupati berharap semua pihak tetap bijak dan mengedepankan kepentingan bersama.
Ia menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah di tengah antusiasme masyarakat menyambut kepulangan Valen.
Editor : Yusron Hidayatullah